Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi Bahasa Inggris praktis bagi pecalang dan pengelola Desa Sibangkaja dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan mancanegara. Permasalahan yang dihadapi meliputi keterbatasan kosakata dan ungkapan Bahasa Inggris terkait pelayanan wisata serta rendahnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan melalui tahap analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelatihan, evaluasi, dan tindak lanjut. Pelatihan menggunakan pendekatan Communicative Language Teaching (CLT), Experiential Learning, dan English for Specific Purposes (ESP) melalui dialog, simulasi, praktik langsung, dan role play. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan refleksi. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 54,0 pada pre-test menjadi 80,2 pada post-test. Sebanyak 85% peserta mencapai nilai ketuntasan minimal 75. Peserta juga menunjukkan peningkatan keberanian dalam menyapa wisatawan, memberikan petunjuk arah, menjelaskan aturan adat, dan memberikan informasi menggunakan Bahasa Inggris sederhana. Buku saku Practical English for Local Cultural Service turut mendukung pembelajaran mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis kebutuhan dan konteks wisata dapat meningkatkan kapasitas komunikasi masyarakat dalam pelayanan wisata.
Copyrights © 2026