Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan lingkungan utama di Indonesia, terutama pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional namun belum banyak menerapkan prinsip akuntansi lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelaku UMKM di kawasan Lapangan Pancasila, Kota Palopo, mengenai pemilahan sampah sebagai bentuk penerapan green accounting sederhana dalam aktivitas usaha. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 20 pelaku UMKM melalui tahapan observasi, wawancara, edukasi partisipatif, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik sebesar 29,3 poin persentase serta pemahaman terhadap konsep green accounting sebesar 15,0 poin persentase, dengan rata-rata skor keseluruhan meningkat dari 41,0% menjadi 51,2%. Namun demikian, kesadaran terhadap biaya lingkungan dan kebiasaan memilah sampah belum menunjukkan perubahan yang berarti, sehingga mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan belum sepenuhnya diikuti oleh perubahan perilaku. Edukasi partisipatif efektif meningkatkan literasi lingkungan pelaku UMKM, tetapi memerlukan pendampingan berkelanjutan dan penyediaan sarana pendukung agar perubahan perilaku pemilahan sampah dapat terwujud secara konsisten.
Copyrights © 2026