Studi ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan implementasi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang masih berorientasi administratif dan transaksional, sehingga mengabaikan dimensi pengalaman, makna, dan kepemimpinan partisipatif dari para aktor kunci yang terlibat, yaitu mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, dan guru pamong. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis–eksistensial, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen dari satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) penyelenggara Program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengungkap makna pengalaman partisipasi dan otentisitas keterlibatan para aktor. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga kategori aktor pelaku PPG memiliki komitmen profesional yang kuat, namun kolaborasi reflektif dan dialogis belum terbangun secara optimal akibat keterbatasan waktu, koordinasi, dan desain manajerial program. Penelitian ini menegaskan pentingnya reorientasi manajemen PPL menuju model kepemimpinan pendidikan yang membebaskan, yang menempatkan pengalaman, makna, dan relasi etis sebagai inti pengelolaan PPG. Implikasi penelitian ini relevan bagi pengelola PPG dalam merancang sistem pendampingan dan kolaborasi yang lebih humanistik dan partisipatif.
Copyrights © 2026