Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten viral terhadap perubahan etika dan pola komunikasi remaja. Menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis analisis data sekunder, penelitian ini memanfaatkan dataset Social Media Usage dari Kaggle, yang mencakup variabel durasi penggunaan media sosial, preferensi platform, interaksi digital, serta karakteristik demografis pengguna. Hasil analisis menunjukkan bahwa remaja merupakan kelompok yang paling intens menggunakan media sosial, khususnya platform berbasis video seperti TikTok, Instagram, dan YouTube, sehingga memiliki tingkat paparan konten viral yang lebih tinggi dibanding kelompok usia lainnya. Paparan ini berkontribusi pada perubahan etika komunikasi, seperti meningkatnya perilaku impulsif, penggunaan bahasa yang tidak etis, serta kecenderungan menyebarkan informasi tanpa verifikasi. Namun, konten viral dengan nilai positif juga dapat mendorong komunikasi yang lebih empatik dan bertanggung jawab. Selain itu, konten viral terbukti mempengaruhi gaya komunikasi remaja, baik dalam interaksi daring maupun luring, melalui adopsi istilah, ekspresi, gaya humor, dan pola bahasa yang populer di media sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi digital dan pendidikan etika sebagai upaya untuk meminimalkan dampak negatif konten viral terhadap perilaku remaja.
Copyrights © 2026