Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anak melalui pemenuhan kebutuhan gizi sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia. Implementasi program ini di lingkungan sekolah menengah pertama tidak hanya berdampak pada pemenuhan kebutuhan pokok siswa, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap lingkungan sosial dan ekonomi sekolah, khususnya keberlanjutan ekonomi kantin sekolah.Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah adanya potensi ketidakseimbangan antara capaian program ini terhadap kesejahteraan siswa dengan keberlanjutan ekonomi kantin sekolah di SMP Negeri 4 Medan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dampak ganda Program MBG melalui tinjauan perspektif kesejahteraan siswa dan keberlanjutan ekonomi kantin sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci yang terdiri dari siswa, guru, dan pengelola kantin di SMP Negeri 4 Medan. Selain itu, teknik observasi dan studi dokumentasi diterapkan untuk memperkuat validitas data. Analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBG mampu memenuhi kebutuhan konsumsi siswa dan mendapatkan respons positif dari segi rasa dan kualitas makanan. Namun, program belum memberi dampak yang signifikan terhadap konsentrasi belajar siswa. Dari sisi kantin, terjadi penurunan pendapatan karena perubahan pola konsumsi siswa, meskipun usaha kantin masih bisa bertahan melalui strategi adaptasi yang terbatas. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan peningkatan koordinasi antara pihak sekolah dan penyelenggara program dalam menentukan waktu pelaksanaan, serta perlunya dukungan pemerintah terhadap keberlanjutan kantin melalui pembinaan dan pemberdayaan usaha
Copyrights © 2026