Penelitian ini mengkaji proses pembentukan dan fungsi sosial bahasa prokem dalam grup WhatsApp mahasiswa PBSI melalui perspektif sosiolinguistik digital. Kajian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan komunikasi digital informal yang mendorong mahasiswa menggunakan bentuk bahasa yang ringkas, ekspresif, dan bermakna sosial. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan proses pembentukan bahasa prokem, menjelaskan fungsi sosialnya, serta membedakannya dari singkatan institusional resmi. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari dokumentasi percakapan WhatsApp melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan bentuk asal, proses pembentukan, fungsi tuturan, dan konteks interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa prokem terbentuk melalui pemendekan ortografis, singkatan digital, paduan suku kata, peminjaman dan adaptasi, permainan fonologis atau ortografis, slang leksikal, serta inversi. Secara sosial, bentuk-bentuk tersebut berfungsi mendukung efisiensi pesan, solidaritas, ekspresi afektif, evaluasi, dan koordinasi tindakan. Penelitian ini menawarkan taksonomi yang lebih jelas untuk menganalisis bahasa gaul digital Indonesia.
Copyrights © 2026