Pembelajaran menyimak pupujian memerlukan bahan audio-visual autentik agar siswa dapat menangkap isi, diksi, pesan, dan karakter pelantunan bahasa Sunda secara utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kemampuan menyimak pupujian setelah pemanfaatan YouTube pada siswa kelas VII MTs Amanah Geresik. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental one-group pretest–posttest terhadap 30 siswa dengan total sampling. Instrumen berupa 10 soal pilihan ganda yang divalidasi dua ahli; data dianalisis melalui statistik deskriptif, Shapiro–Wilk pada skor selisih, paired-samples t-test, ukuran efek, dan perubahan ketuntasan. Hasil menunjukkan rata-rata meningkat dari 53,00 menjadi 68,00; 22 siswa meningkat, dua tetap, dan enam menurun. Uji t menunjukkan perbedaan signifikan, t(29)=3,62, p=0,001, dengan Cohen’s dz=0,66. Ketuntasan KKM meningkat dari 23,33% menjadi 56,67%, tetapi rerata kelas masih di bawah KKM 70. Penelitian menyimpulkan adanya peningkatan setelah penggunaan YouTube, bukan bukti kausal final. Kontribusinya ialah bukti kontekstual integrasi media autentik untuk pembelajaran menyimak sastra Sunda di madrasah serta dasar desain terkontrol untuk penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2026