Penelitian ini mengkaji makna leksikal dalam wacana politik Indonesia melalui pendekatan semantik. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa bahasa politik tidak bersifat netral, tetapi sering digunakan untuk membangun ideologi, membentuk persepsi publik, dan melegitimasi kekuasaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis makna leksikal dalam wacana politik Indonesia, mengidentifikasi pergeseran makna, serta menjelaskan fungsi pilihan leksikal dalam persuasi politik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis semantik leksikal dan analisis wacana kritis. Data bersumber dari pidato politik, pernyataan resmi, debat kandidat, dan teks berita politik daring. Analisis difokuskan pada makna denotatif dan konotatif, sinonimi, antonimi, medan makna, kohesi leksikal, serta pembingkaian ideologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa leksikon netral seperti rakyat, keadilan, perubahan, kesejahteraan, dan stabilitas mengalami penguatan, perluasan, atau penyempitan makna sesuai kepentingan politik. Implikasinya, makna leksikal berfungsi sebagai instrumen persuasi, legitimasi, polarisasi, dan reproduksi kekuasaan dalam komunikasi politik Indonesia.
Copyrights © 2026