Konflik keluarga dalam karya sastra tidak hanya memperlihatkan pertengkaran antaranggota keluarga, tetapi juga dapat menyingkap negosiasi otoritas, tanggung jawab, dan kebutuhan akan pengakuan. Penelitian ini mengkaji bentuk dan faktor penyebab konflik keluarga dalam novel Warung Bujang karya Jessica Carmelia serta menafsirkan makna sosialnya melalui pendekatan sosiologi sastra. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data utama berupa dialog, narasi, dan monolog yang merepresentasikan pertentangan antaranggota keluarga maupun konflik yang muncul dalam pengelolaan Warung Bujang. Data dipilih berdasarkan adanya pertentangan verbal, perbedaan kepentingan, ketegangan emosional, perselisihan peran, atau tindakan yang mengganggu relasi keluarga dan kerja kolektif. Hasil menunjukkan bahwa konflik orang tua dan anak, konflik antarsepupu, konflik sosial di sekitar usaha keluarga, serta konflik pribadi saling berkaitan. Tuntutan orang tua, ketidakpercayaan, ketidakcocokan tujuan, dan rendahnya kemampuan beradaptasi memperkuat konflik. Novel ini terutama merepresentasikan benturan antara otoritas keluarga dan otonomi individu, persaingan memperoleh pengakuan, serta persoalan pembagian kerja dalam ruang ekonomi keluarga.
Copyrights © 2026