Artikel ini membahas pemanfaatan budaya lokal Sragen sebagai sumber pembelajaran kontekstual untuk menulis teks deskripsi dan mengalihkannya ke berbagai genre di SMP. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam menulis, terutama keterbatasan ide, lemahnya pengalaman pengamatan, dan bahan ajar yang kurang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan menawarkan model kontekstual yang menempatkan budaya lokal sebagai sumber isi sekaligus metode pengembangan keterampilan menulis. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif konseptual melalui studi pustaka dan analisis dokumen budaya. Materi kajian meliputi tradisi, seni pertunjukan, kuliner, pasar lokal, ritual agraris, dan kerajinan khas Sragen. Hasil kajian menghasilkan pemetaan objek budaya, unsur yang dapat diamati, kemungkinan genre tulisan, serta Model Pengamatan Budaya–Alih Genre. Model tersebut mencakup orientasi, observasi, pencatatan, verifikasi, pengorganisasian, penulisan, alih genre, penyuntingan, publikasi, dan refleksi. Implikasinya, budaya lokal dapat memperkaya pembelajaran menulis sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah.
Copyrights © 2026