Eka Permadanik
Universitas Tangerang Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Berpendapat di Instagram: Analisis Pragmatik atas Batas Kesantunan dalam Kritik, Apresiasi, dan Serangan Personal: Ethics of Expressing Opinions on Instagram: A Pragmatic Analysis of Politeness Boundaries in Criticism, Appreciation, and Personal Attacks Eka Permadanik; Widya Gusvita; Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2571

Abstract

Penelitian ini mengkaji etika berpendapat di Instagram melalui analisis pragmatik terhadap batas kesantunan dalam kritik, apresiasi, dan serangan personal. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan percakapan digital yang bergeser dari evaluasi isu atau tindakan menuju serangan terhadap identitas, latar sosial, dan karakter individu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penanda linguistik yang membedakan kritik substantif, respons mitigatif, apresiasi bernada ironi, dan serangan personal yang tidak santun. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan analisis wacana digital. Data berupa unggahan dan komentar Instagram yang terdokumentasi melalui tangkapan layar, kemudian ditranskripsikan, dianonimkan, dan dikodekan berdasarkan orientasi tuturan, sasaran evaluasi, strategi kesantunan dan ketidaksantunan, relevansi, serta fungsi pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksetujuan tetap santun apabila berfokus pada tindakan, pilihan kata, kronologi, dan konteks yang dapat diverifikasi. Sebaliknya, kritik menjadi tidak santun ketika menyerang pendidikan, status ekonomi, atau karakter personal. Penelitian ini menawarkan model pengodean pragmatik-sivilitas untuk literasi berpendapat dan moderasi komunitas daring.
Pemanfaatan Budaya Lokal Sragen sebagai Sumber Pembelajaran Menulis Teks Deskripsi dan Teks Lainnya di SMP: Tawaran Model Kontekstual: The Use of Sragen Local Culture as a Learning Resource for Writing Descriptive Texts and Other Texts in Junior High Schools: A Contextual Model Proposal Eka Permadanik; Rifa’atussalwa Hayati; Diardana Prima Sintasari
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i4.2995

Abstract

Artikel ini membahas pemanfaatan budaya lokal Sragen sebagai sumber pembelajaran kontekstual untuk menulis teks deskripsi dan mengalihkannya ke berbagai genre di SMP. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam menulis, terutama keterbatasan ide, lemahnya pengalaman pengamatan, dan bahan ajar yang kurang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan menawarkan model kontekstual yang menempatkan budaya lokal sebagai sumber isi sekaligus metode pengembangan keterampilan menulis. Kajian menggunakan pendekatan kualitatif konseptual melalui studi pustaka dan analisis dokumen budaya. Materi kajian meliputi tradisi, seni pertunjukan, kuliner, pasar lokal, ritual agraris, dan kerajinan khas Sragen. Hasil kajian menghasilkan pemetaan objek budaya, unsur yang dapat diamati, kemungkinan genre tulisan, serta Model Pengamatan Budaya–Alih Genre. Model tersebut mencakup orientasi, observasi, pencatatan, verifikasi, pengorganisasian, penulisan, alih genre, penyuntingan, publikasi, dan refleksi. Implikasinya, budaya lokal dapat memperkaya pembelajaran menulis sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah.