Pendahuluan: Seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman yang mengandung metabolit sekunder polifenol dengan berbagai aktivitas biologis. Selain itu, seledri juga kaya akan kalium yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan berpotensi membantu mencegah hipertensi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan kalium serta membandingkan kadar flavonoid total pada ekstrak etanol tanaman seledri (EETS), infusa tanaman seledri segar (ITSS), infusa tanaman seledri kering (ITSK), dan sari tanaman seledri segar (STSS). Metode: Identifikasi kalium dilakukan menggunakan uji warna dan uji nyala. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis dengan metode kolorimetri dan dinyatakan sebagai ekuivalen kuersetin (QE). Hasil: Hasil identifikasi menunjukkan bahwa tanaman seledri dengan berbagai preparasi, yaitu EETS, ITSS, TSK dan STSS, positif mengandung kalium yang ditunjukkan dengan terbentuknya kristal berbentuk roset pada uji warna dan nyala berwarna ungu pada uji nyala. Kadar flavonoid total yang diperoleh secara berturut-turut adalah 16,7240±0,1898; 0,2662±0,0015; 3,6000±0,0090; dan 0,0019±0,00 mg QE/g. Kesimpulan: EETS, ITSS, TSK dan STSS terbukti mengandung kalium. EETS memiliki kadar flavonoid total tertinggi, sehingga berpotensi menjadi bahan aktif dalam bentuk sediaan yang lebih efektif untuk memperoleh senyawa flavonoid dari seledri.
Copyrights © 2026