Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman peserta didik kelas V MI Mihadunal Ula pada mata pelajaran IPAS materi pahlawan nasional, yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman peserta didik sebelum diterapkan model pembelajaran cooperative learning tipe Teams Games Tournament (TGT) berbasis kartu edukasi, keterlaksanaan penerapan model tersebut pada setiap siklus, dan peningkatan pemahaman peserta didik setelah diterapkannya model tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan subjek penelitian sebanyak 29 peserta didik kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik pada tahap prasiklus tergolong rendah, dengan nilai rata-rata 48,9 dan ketuntasan klasikal sebesar 24%. Keterlaksanaan pembelajaran meningkat pada setiap siklus, baik dari aktivitas guru (64,7% pada siklus I menjadi 100% pada siklus III) maupun aktivitas peserta didik (65,5% menjadi 87,5%), keduanya mencapai kategori sangat baik. Pemahaman peserta didik turut meningkat secara bertahap, dari 64,1 pada siklus I, 87,9 pada siklus II, hingga mencapai 90 pada siklus III, dengan ketuntasan klasikal mencapai 100% pada akhir siklus III. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran cooperative learning tipe TGT berbantuan kartu edukasi terbukti efektif, sebagaimana ditunjukkan oleh peningkatan pemahaman peserta didik dan tercapainya ketuntasan klasikal 100%, dalam meningkatkan pemahaman peserta didik pada mata pelajaran IPAS materi pahlawan nasional.
Copyrights © 2026