PT Agung Interior Raghida merupakan perusahaan desain dan konstruksi yang menghadapi tantangan operasional berupa koordinasi antar divisi yang belum terdokumentasi, aktivitas manual yang tidak terstruktur, serta potensi miskomunikasi antar stakeholder. Kondisi ini berpotensi menimbulkan inefisiensi seperti keterlambatan proyek, pembengkakan biaya operasional, dan menurunnya kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan proses bisnis utama PT Agung Interior Raghida saat ini, mengidentifikasi pemborosan (waste), serta merumuskan rekomendasi redesign proses bisnis (to-be). Penelitian ini menggunakan pendekatan Business Process Management (BPM) dengan pemodelan menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN), serta analisis menggunakan Value Added Analysis (VAA), Waste Analysis, dan Flow Analysis pada proses bisnis Project Acquisition, Design and Development, dan Construction. Hasil VAA menunjukkan adanya aktivitas Non-Value Adding (NVA), terutama berupa aktivitas pengiriman informasi, handoff antar aktor, dan persetujuan manual. Hasil Flow Analysis menunjukkan nilai Cycle Time Efficiency (CTE) pada proses Project Acquisition sebesar 23,95 (pra-kualifikasi), 43,73% (tender), dan 67,30% (penunjukan langsung). Proses Design and Development memiliki nilai CTE sebesar 68,10%, sedangkan proses Construction memiliki nilai CTE sebesar 36,06%. Waste yang ditemukan meliputi hold, move, dan overdo. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi perbaikan disusun menggunakan pendekatan redesign heuristic mencakup integrasi sistem informasi, digitalisasi alur komunikasi, standarisasi proses, otomasi administrasi, serta penguatan mekanisme monitoring dan quality control untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan perusahaan.
Copyrights © 2026