Transformasi digital dalam sektor pendidikan yang sejatinya ditujukan untuk menciptakan efisiensi melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS). Namun, realitas di SMKN 8 Malang justru menunjukan penyimpangan empiris. Terjadi penurunan intensitas penggunaan platform LMS Selapan akibat prosedur pengumpulan tugas yang terlalu panjang, yang membuat guru dan siswa kembali ke metode manual. Penelitian kuantitatif berdesain kausal ini bertujuan menganalisis pengaruh kemampuan literasi digital dan self-regulated learning (SRL) terhadap pengalaman penggunaan LMS. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert kepada 185 siswa kelas X jurusan RPL, TKJ, ELIN, dan METRO. Data dianalisis dengan menggunakan teknik regresi linear berganda. Hasil pengujian membuktikan bahwa literasi digital dan self-regulated learning tidak berpengaruh signifikan terhadap pengalaman penggunaan LMS, baik secara parsial maupun simultan. Kedua variabel independen siswa tersebut secara bersama-sama hanya memberikan persentase pengaruh sebesar 1,8% (R² = 0,018). Kesimpulannya, pengalaman pengguna lebih dominan dibentuk oleh faktor teknis di luar kapasitas siswa. Oleh karena itu, sekolah disarankan memprioritaskan pembenahan kualitas sistem, penyederhanaan antarmuka, dan strategi implementasi pembelajaran digital.
Copyrights © 2026