UMKM memainkan peran kunci dalam ekonomi Indonesia, tetapi banyak yang masih menghadapi masalah dalam mencatat biaya produksi dengan tepat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan manajerial UMKM Krider, sebuah usaha makanan ringan di Kota Serang, dalam menentukan harga pokok produksi (HPP) menggunakan metode Activity-Based Costing (ABC). Metode ABC dipilih karena lebih sesuai, sebab menghitung HPP berdasarkan penggunaan aktivitas nyata, bukan hanya biaya langsung saja. Aktivitas ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pelatihan mendalam bagi pemilik usaha, dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kasus. Temuan dari pengabdian ini menunjukkan bahwa metode ABC memberikan estimasi biaya yang lebih tepat dibandingkan metode konvensional, dan mengungkapkan adanya kelebihan biaya sebesar Rp.1.135 per pcs pada produk atau Rp.68.125 dalam satu kali produksi. Di samping itu, para pengusaha mulai menyadari pentingnya manajemen biaya overhead dan pemilihan penggerak biaya yang sesuai. Kegiatan ini juga menyediakan panduan praktis untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan menganalisis aktivitas produksi dengan cara yang terstruktur. Sebagai kesimpulan, penerapan metode ABC tidak hanya meningkatkan efisiensi finansial, tetapi juga memperkuat daya saing UMKM dalam menghadapi tantangan di pasar.
Copyrights © 2026