Masalah malnutrisi pada anak, baik dalam bentuk stunting maupun obesitas, masih menjadi krisis kesehatan masyarakat yang krusial secara global. Fenomena ini bukan sekadar masalah gangguan asupan makanan secara fisik, melainkan bergantung juga pada kualitas pola asuh saat proses pemberian makan anak. Prevalensi stunting pada balita di Indonesia masih sebesar 21,5% pada tahun 2023. Sedangkan epidemi obesitas anak meningkat tajam sekitar 41 juta. Kegagalan dalam fungsi afektif keluarga terbukti meningkatkan risiko gizi kurang hingga 3,2 kali lipat. Sekitar 50% orang tua gagal mengenali status berat badan berlebih pada anaknya. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis hubungan antara berbagai dimensi pola asuh keluarga terhadap perilaku makan anak dan status gizi anak guna merumuskan intervensi gizi yang lebih holistik. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisa data dari berbagai artikel ilmiah primer yang dikumpulkan melalui ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar. Hasil penelitian menujukkan bahwa pola asuh keluarga yang terbagi menjadi gaya pengasuhan umum, praktik pemberian makan spesifik, dan keberfungsian keluarga berdampak kepada perilaku makan dan status gizi anak. Kajian ini menyimpulkan bahwa kebijakan status gizi anak memerlukan pergeseran fokus dari asupan gizi fisik menuju penguatan fungsi afektif dan dukungan psikososial dalam sistem keluarga.
Copyrights © 2026