Penelitian ini menganalisis gaya bahasa dalam novel Broken Stringh karya Aurelie Moremas menggunakan pendekatan stilistika deskriptif-kualitatif. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya penggunaan bahasa emosional dan ekspresif dalam novel populer Indonesia, khususnya novel yang menyasar pembaca muda, serta masih terbatasnya kajian stilistika terhadap karya penulis muda Indonesia secara menyeluruh. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa, menganalisis makna penggunaannya, dan menjelaskan fungsi gaya bahasa dalam membangun cerita serta emosi pembaca. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat terhadap keseluruhan novel, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi. Hasil penelitian menemukan 74 data penggunaan gaya bahasa yang terdistribusi dalam empat kategori utama: gaya bahasa perbandingan (50,0%), pertentangan (27,1%), sindiran (17,6%), dan penegasan (13,5%). Gaya bahasa dominan meliputi metafora (18,9%), personifikasi (16,2%), dan hiperbola (14,9%). Secara makna, gaya bahasa digunakan untuk merepresentasikan kondisi psikologis tokoh, relasi kuasa yang tidak setara, pola komunikasi toksik, serta eskalasi konflik batin. Secara fungsi, gaya bahasa berperan membangun suasana emosional, memperjelas karakter tokoh, meningkatkan nilai estetika bahasa, serta menyampaikan pesan implisit kepada pembaca. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi analisis jenis, makna, dan fungsi gaya bahasa dalam satu novel modern yang merepresentasikan dinamika relasi toksik dalam narasi sastra populer Indonesia.
Copyrights © 2026