Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dekonstruksi Makna dalam Kumpulan Puisi Selamat Menunaikan Ibadah Puisi Karya Joko Pinurbo: Kajian Semiotika Chairunnisa Br Pulungan; Diah Kusyani; Lailan Syafira Putri Lubis
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Takuana (July-September)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i2.561

Abstract

This study aims to deconstruct the meanings embedded in Joko Pinurbo’s poetry collection Selamat Menunaikan Ibadah Puisi through the perspectives of Roland Barthes’ semiotics and Jacques Derrida’s deconstruction theory. Employing a descriptive qualitative method with a semiotic textual analysis approach, the study analyzed 47 poems from the poetry collection Selamat Menunaikan Ibadah Puisi by Joko Pinurbo by examining their denotative and connotative meanings as well as the socio-cultural contexts represented in the texts. The findings reveal that connotative signs function as the primary mechanism for deconstructing established meanings, while ordinary domestic symbols are transformed into critical reflections on social, cultural, and spiritual issues. The poems challenge binary oppositions, particularly the sacred–profane dichotomy, generating multiple interpretations and rejecting fixed meanings. Furthermore, the analysis highlights critiques of moral crises, urban dehumanization, and social hypocrisy while reaffirming humanistic values, cultural syncretism, empathy, and inner sincerity. The study concludes that Joko Pinurbo’s poetry employs language as a subversive medium to question dominant ideologies and expand literary interpretation.
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM NOVEL BROKEN STRINGH KARYA AURELIE MOREMAS Sukma Adelina Ray; Diah Kusyani; Aprilia Citra Harahap
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.9035

Abstract

Penelitian ini menganalisis gaya bahasa dalam novel Broken Stringh karya Aurelie Moremas menggunakan pendekatan stilistika deskriptif-kualitatif. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya penggunaan bahasa emosional dan ekspresif dalam novel populer Indonesia, khususnya novel yang menyasar pembaca muda, serta masih terbatasnya kajian stilistika terhadap karya penulis muda Indonesia secara menyeluruh. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan jenis-jenis gaya bahasa, menganalisis makna penggunaannya, dan menjelaskan fungsi gaya bahasa dalam membangun cerita serta emosi pembaca. Data dikumpulkan melalui teknik baca dan catat terhadap keseluruhan novel, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi, klasifikasi, deskripsi, dan interpretasi. Hasil penelitian menemukan 74 data penggunaan gaya bahasa yang terdistribusi dalam empat kategori utama: gaya bahasa perbandingan (50,0%), pertentangan (27,1%), sindiran (17,6%), dan penegasan (13,5%). Gaya bahasa dominan meliputi metafora (18,9%), personifikasi (16,2%), dan hiperbola (14,9%). Secara makna, gaya bahasa digunakan untuk merepresentasikan kondisi psikologis tokoh, relasi kuasa yang tidak setara, pola komunikasi toksik, serta eskalasi konflik batin. Secara fungsi, gaya bahasa berperan membangun suasana emosional, memperjelas karakter tokoh, meningkatkan nilai estetika bahasa, serta menyampaikan pesan implisit kepada pembaca. Novelty penelitian ini terletak pada integrasi analisis jenis, makna, dan fungsi gaya bahasa dalam satu novel modern yang merepresentasikan dinamika relasi toksik dalam narasi sastra populer Indonesia.