SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)

Penguatan literasi hukum perlindungan anak melalui edukasi dispensasi kawin di Pulau Pari

Abd Aziz Tambunan (Unknown)
Abdul Rahman Hamid (Unknown)
Sanusi Sanusi (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Aug 2026

Abstract

Abstrak Perkawinan anak dapat membatasi pemenuhan hak anak atas pendidikan, kesehatan, tumbuh kembang, dan perlindungan dalam pengambilan keputusan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi hukum mengenai perlindungan anak dan dispensasi kawin kepada Kelompok Nelayan Perempuan Pulau Pari serta mendeskripsikan pelaksanaan, penggunaan media, dan respons peserta. Kegiatan dilaksanakan di Pulau Pari pada 10-12 Juni 2026, dengan kegiatan utama pada 11 Juni 2026. Sebanyak 31 peserta masyarakat mengikuti ceramah interaktif, dialog, pembahasan kasus hipotetik, tanya jawab, serta penggunaan bahan presentasi dan leaflet. Evaluasi kepuasan diikuti 30 responden dan dianalisis menggunakan frekuensi, persentase, dan rata-rata. Dari 240 kemungkinan jawaban diperoleh 239 jawaban valid. Sebanyak 60,7% jawaban termasuk sangat puas, 29,7% puas, dan 9,6% cukup puas. Gabungan kategori puas dan sangat puas mencapai 90,4%, dengan rata-rata 4,51 dari skala 5. Hasil tersebut menunjukkan penerimaan positif terhadap tema, materi, metode, penyajian, dan interaksi selama kegiatan. Media edukasi diterima oleh mitra untuk digunakan kembali dalam kegiatan kelompok dan komunikasi keluarga. Evaluasi ini menggambarkan kepuasan peserta dan belum mengukur perubahan pengetahuan atau perilaku. Kata kunci: dispensasi kawin; literasi hukum; perkawinan anak; perempuan pesisir; perlindungan anak. AbstractChild marriage can limit the fulfillment of children's rights to education, health, growth and development, and protection in family decision-making. This community service activity aimed to provide legal education on child protection and marriage dispensation to the Women Fishers Group of Pulau Pari, as well as to describe the implementation, media used, and participant responses. The activity was carried out on Pulau Pari from June 10-12, 2026, with the main activity on June 11, 2026. A total of 31 community participants took part in interactive lectures, dialogue, discussion of hypothetical cases, question-and-answer sessions, and the use of presentation materials and leaflets. The satisfaction evaluation was completed by 30 respondents and analyzed using frequency, percentage, and mean scores. Out of 240 possible responses, 239 valid responses were obtained. A total of 60.7% of responses were categorized as very satisfied, 29.7% as satisfied, and 9.6% as fairly satisfied. The combined categories of satisfied and very satisfied reached 90.4%, with an average score of 4.51 out of a scale of 5. These results indicate a positive reception of the theme, material, method, delivery, and interaction during the activity. The educational media were accepted by the partner for reuse in group activities and family communication. This evaluation describes participant satisfaction and does not yet measure changes in knowledge or behavior. Keywords: marriage dispensation; legal literacy; child marriage; coastal women; child protection.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpmb

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Computer Science & IT Control & Systems Engineering Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Environmental Science Health Professions Languange, Linguistic, Communication & Media Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Medicine & Pharmacology Nursing Public Health Social Sciences Other

Description

SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), ...