Anak yang tumbuh di lingkungan sosial rentan sering kali menghadapi benturan antara norma agama dan realitas empiris di sekitarnya, sehingga memerlukan pemaknaan keagamaan yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi pemaknaan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya pada anak-anak di Komplek Karaoke Sarirejo, Kota Salatiga. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan anak usia transisi, orang tua, serta tokoh masyarakat. Hasil utama penelitian membuktikan bahwa anak-anak mengonstruksi makna PAI melalui tiga dimensi fundamental akidah, ibadah, dan akhlak yang diekspresikan secara vertikal (ḥablum minallāh) maupun horizontal (ḥablum minannās). Institusi sekolah bertindak sebagai faktor paling dominan melalui transfer pengetahuan, pembiasaan ibadah, dan keteladanan, yang didukung oleh keluarga, TPQ, serta kesadaran mandiri anak dalam membangun mekanisme pertahanan diri terhadap pengaruh lingkungan negatif. Implikasi dari kajian ini menegaskan bahwa lingkungan sosial rentan tidak selalu berdampak destruktif apabila anak memiliki fondasi pendidikan agama yang kokoh, sehingga menuntut adanya kolaborasi sinergis antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam pembinaan spiritual anak.
Copyrights © 2026