Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai sarana kemandirian kesehatan masyarakat semakin penting, khususnya pada kawasan yang memiliki keterbatasan akses langsung ke fasilitas kesehatan utama. Namun, pengetahuan mengenai pemanfaatan TOGA dan penyiapan simplisia baku masih terbatas di kalangan generasi muda. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melibatkan siswa berpartisipasi secara aktif dalam pengolahan bahan obat alami. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memaparkan pelaksanaan edukasi mengenai konsep TOGA, khasiat tanaman obat lokal (daun sirsak, daun kelor, dan daun gatal Papua), serta tahapan pembuatan simplisia yang rasional guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa kelas IX SMP Nusantara Kota Sorong. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi presentasi edukatif interaktif, diskusi kelompok, tanya jawab, serta evaluasi pemahaman melalui kuis interaktif yang dilaksanakan pada 26 Juli 2024. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, peningkatan pemahaman, serta partisipasi aktif siswa terhadap cara pengolahan tanaman obat yang aman, terukur, dan praktis. Evaluasi program mencatat terjadinya peningkatan wawasan siswa secara signifikan dalam menjelaskan kembali alur pembuatan simplisia dan khasiat tanaman obat. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini dinilai efektif dalam mendorong implementasi budaya pemanfaatan herbal secara mandiri di lingkungan keluarga siswa kelas IX.
Copyrights © 2026