Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PERILAKU SEKSUAL BERISIKO Maylar Gurning; Rina Hardiyanti; Hadija Batara
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i1.1730

Abstract

Perilaku seksual berisiko yang terjadi pada remaja dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti kehamilan tak diharapkan, penyakit menular seksual dan HIV AIDS. Remaja yang melakukan perilaku sekusal beresiko yang dilakukan pada remaja berdampak pada tingginya angka aborsi dan menjadi penyebab kematian tertinggi saat ini, selain itu ada masalah sosial dan menyebabkan penyakit menular seksual. Maka hal ini perlu dilakukan informasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya perilaku seksual beresiko. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan remaja tentang perilaku seksual berisiko. Metode pernelian menggunakan pre-experimental design One group pretest-posttest, sampel diambil dengan stratified random sampling dengan keterwakilan setiap kelas XI jurusan TKJ. Intervensi yang diberikan melalui video selama 15 menit yang diberikan kepada siswi, dimana kelompok diberi pretest dan psottest terkait kuesioner pengetahuan tentang perilaku seksual berisiko. Uji statistik  yang digunakan wilcoxon sign rank test. Hasil penelitian menjunjukkan sebelum responden diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku Seksual berisiko adalah sebanyak 61 (50,4%) memiliki pengetahuan kurang dan terjadi perubahan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku seksual dengan jumlah responden sebanyak 71 (58,7%) dengan pengetahuan baik. Hasil uji statistik wilcoxon menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan perilaku seksual berisiko pada remaja di SMK Negeri 1 Kota Sorong dengan p-value = < 0,000 (<0,05). Kesimulan dari penelitian ini bahwa ada pengaruh pendidikan ksehatan terhadap pengetahuan siswi tentang perilaku seksual berisiko. Diharapkan agar remaja dapat mengendalikan dan mendapatkan informasi tentang bahaya dan dan dampak dari melakukan perilaku seksual berisiko.  
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Dukungan Suami dengan Keikutsertaan Wanita Usia Subur (WUS) dalam Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Baktianita Ratna Etnis; Eva Fitri Ramadhany; Rina Hardiyanti; Irfandi Rahman; Adinda Fadhilah
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi dini kanker serviks memiliki peran penting dalam menurunkan angka kematian akibat kanker pada perempuan, terutama di Indonesia. Namun, tingkat partisipasi wanita usia subur (WUS) dalam pemeriksaan deteksi dini masih tergolong rendah. Kondisi ini juga terlihat di wilayah kerja Puskesmas Majaran, di mana cakupan deteksi dini tercatat lebih rendah dibandingkan target yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap dan dukungan suami terhadap keikutsertaan WUS dalam deteksi dini kanker serviks di Kelurahan Majaran. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2025. Populasi penelitian terdiri dari 709 WUS, dengan sampel sebanyak 255 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data mencakup uji univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000) dan dukungan suami (p = 0,000) dengan keikutsertaan WUS dalam deteksi dini kanker serviks. Namun, variabel sikap tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,845).