Bahan ajar biologi konvensional di jenjang sekolah menengah atas kerap tidak memiliki pijakan kontekstual yang memadai terhadap lingkungan lokal peserta didik, sehingga menciptakan kesenjangan pedagogis yang menghambat pemahaman konsep dan motivasi belajar, khususnya pada materi Keanekaragaman Hayati. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan peserta didik Kelas X Fase E di SMAN 2 Padang terhadap pengembangan bahan ajar booklet biologi berbasis etnobotani potensi lokal Jambi. Desain deskriptif kualitatif diterapkan dengan mengombinasikan angket analisis kebutuhan terstruktur yang diberikan kepada 36 peserta didik kelas X dan wawancara semi-terstruktur dengan guru biologi pengampu. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 86,11% peserta didik membutuhkan bahan ajar pendamping; seluruh peserta didik (100%) menggunakan LKPD sebagai sumber belajar utama, namun hanya 2,7% yang pernah menggunakan booklet; 83,33% telah mengenal keanekaragaman hayati lokal di sekitar mereka; dan seluruh peserta didik (100%) menyetujui integrasi potensi etnobotani Jambi ke dalam bahan ajar berbentuk booklet. Data wawancara guru mengkonfirmasi bahwa bahan ajar yang tersedia belum secara memadai menghubungkan konsep biologi dengan konteks ekologi lokal peserta didik, dan bahwa pengembangan booklet selaras dengan prinsip pembelajaran kontekstual dan berpusat pada peserta didik dalam Kurikulum Merdeka. Temuan ini memberikan landasan empiris bagi urgensi pedagogis pengembangan booklet biologi berbasis etnobotani untuk meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan belajar, dan transmisi antargenerasi pengetahuan ekologi lokal Jambi.
Copyrights © 2026