Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Vol. 10 No. 02 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan (In Progress)

MILIKKU, MILIKMU, DAN MILIK-NYA: INTERNALISASI KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PAI UNTUK MENGATASI PERILAKU GHASAB BARANG DI LINGKUNGAN PESANTREN

Yulia Maulida Yulia (Unknown)
Rika Sartika Rika (Unknown)



Article Info

Publish Date
28 Aug 2026

Abstract

Pena teman hilang, penggaris berpindah tangan, sendal berganti pakai, seragam sekolah tertukar dan tidak kembali. Kejadian kecil ini sering dianggap wajar di lingkungan pesantren, padahal termasuk perilaku ghasab, yaitu memakai atau mengambil barang orang lain tanpa izin. Jika dibiarkan, kebiasaan ini dapat tumbuh menjadi sikap tidak jujur dan tidak peduli terhadap hak orang lain hingga dewasa. Masalah yang dibahas tulisan ini ada tiga: bagaimana bentuk dan penyebab perilaku ghasab barang di lingkungan pesantren,  bagaimana konsep kepemilikan dalam Islam, yaitu milikku, milikmu, dan milik Allah, dapat menjelaskan akar masalah ghasab,  dan bagaimana kecerdasan spiritual dapat diinternalisasikan melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk mengatasi perilaku tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola ghasab barang di lingkungan pesantren, merumuskan kerangka kepemilikan dalam pandangan Islam sebagai pisau analisis, dan merumuskan model internalisasi kecerdasan spiritual dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study) di Pesantren Ibnu Atha’illah. Data digali melalui observasi langsung dan wawancara mendalam dengan santri,  ustadzah pengampu PAI, serta pengasuh pesantren, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ghasab barang di lingkungan pesantren bukan hanya persoalan kedisiplinan, melainkan cermin lemahnya kesadaran tentang batas hak milik pribadi, hak milik sesama, dan hak Allah atas segala sesuatu. Kebaruan (novelty) penelitian ini adalah tawaran Model Segitiga Kepemilikan Spiritual, yaitu kesadaran milikku (tanggung jawab menjaga hak pribadi), kesadaran milikmu (menghormati hak sesama), dan kesadaran milik-Nya (menyadari segala sesuatu adalah amanah Allah), sebagai kerangka internalisasi kecerdasan spiritual dalam PAI untuk mengatasi perilaku ghasab barang di lingkungan pesantren.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

tarbiyah

Publisher

Subject

Religion Education Languange, Linguistic, Communication & Media Other

Description

This journal publishes the results of research related to focuses on Education such as competency analysis, learning strategies, learning theory, learning development, educator professionalism, and research ...