Kesenjangan antara pemahaman teoritis dan keterampilan praktis mahasiswa dalam bidang proteksi tanaman menjadi tantangan dalam menghadapi kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit di era Society 5.0. Oleh karena itu, diperlukan metode pembelajaran yang mampu memberikan pengalaman langsung di lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis dan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis kunjungan lapangan di Kebun Sei Meranti, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui kegiatan kunjungan lapangan yang melibatkan observasi, wawancara, dokumentasi, serta praktik langsung mahasiswa dalam pengelolaan hama, penggunaan alat aplikasi pestisida, dan proses panen kelapa sawit. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa memperoleh peningkatan pemahaman yang lebih komprehensif terkait kondisi nyata di lapangan serta peningkatan keterampilan praktis dalam penggunaan alat dan penerapan prosedur kerja. Selain itu, kegiatan ini juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa, seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, keterampilan investigasi, dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, pembelajaran berbasis kunjungan lapangan menjadi metode yang efektif dalam menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik serta mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tuntutan industri perkebunan kelapa sawit di era Society 5.0.
Copyrights © 2026