Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi coping yang digunakan remaja pengguna TikTok dalam mengatasi loneliness, mengidentifikasi upaya yang dilakukan untuk mengurangi perasaan tersebut, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi munculnya loneliness pada remaja. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif remaja terkait loneliness dalam konteks penggunaan media sosial TikTok. Informan penelitian terdiri atas dua remaja pengguna aktif TikTok yang berdomisili di Kecamatan Boliyohuto. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loneliness pada remaja ditandai oleh perasaan kosong, hampa, bosan, serta perasaan terasing dari lingkungan sosial. Munculnya loneliness dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kecenderungan melakukan social comparison terhadap konten yang ditampilkan di TikTok, kurangnya dukungan emosional dari lingkungan sekitar, serta penggunaan TikTok yang berlebihan sehingga mengurangi kualitas interaksi sosial secara langsung. Dalam menghadapi kondisi tersebut, remaja menerapkan berbagai strategi coping yang mencakup emotion-focused coping dan problem-focused coping. Strategi emotion-focused coping dilakukan melalui penerimaan terhadap perasaan loneliness, menangis sebagai bentuk pelampiasan emosi, serta mengalihkan perhatian pada hiburan atau aktivitas tertentu. Sementara itu, strategi problem-focused coping diwujudkan dengan membatasi penggunaan TikTok, meningkatkan kesibukan melalui kegiatan positif, berolahraga, dan memperluas interaksi sosial secara langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa remaja mampu menerapkan strategi coping yang adaptif untuk mengurangi dampak loneliness yang berkaitan dengan penggunaan TikTok serta meningkatkan kualitas hubungan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026