Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis progresif yang memerlukan terapi farmakologis bertahap. Dalam praktik klinis, pasien dapat menerima terapi oral, injeksi, atau kombinasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan rerata Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) selama tiga bulan pada pasien DMT2 berdasarkan kategori terapi antihiperglikemia di RSUD Sanjiwani Gianyar tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik retrospektif dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medis pasien rawat jalan DMT2 periode Januari-Desember 2024. Subjek dikelompokkan menjadi terapi oral, terapi injeksi, dan terapi kombinasi. Luaran utama adalah rerata GDS selama tiga bulan, yaitu rata-rata nilai GDS bulan pertama sampai ketiga. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk; karena data tidak berdistribusi normal, perbandingan antarkelompok dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis. Total sampel adalah 140 pasien, terdiri atas kelompok terapi oral 53 pasien (37,9%), terapi injeksi 80 pasien (57,1%), dan terapi kombinasi 7 pasien (5,0%). Median (IQR) rerata GDS tiga bulan pada kelompok oral adalah 187 (150-240) mg/dL, kelompok injeksi 207 (170-236) mg/dL, dan kelompok kombinasi 173 (158-210) mg/dL. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan tidak terdap at perbedaan bermakna rerata GDS tiga bulan antarkelompok (H=1,855; p=0,396). Tidak terdapat perbedaan bermakna rerata GDS selama tiga bulan pada pasien DMT2 berdasarkan kategori terapi antihiperglikemia di RSUD Sanjiwani Gianyar tahun 2024.
Copyrights © 2026