ABSTRACT Fostering environmental awareness in Pancasila and Civic Education (PPKn) cannot be confined to teaching rules and obligations; it requires learning experiences that allow students to reflect on and practice these values. This study aimed to describe the implementation of the Reflective Pedagogical Paradigm (Paradigma Pedagogik Reflektif/PPR) in fostering environmental awareness among third-grade students at SDN Babakanjeruk. The study employed Classroom Action Research using the Kemmis and Taggart model, conducted in two cycles comprising planning, action, observation, and reflection, and involved 18 students. Data were collected through observations, questionnaires, and evaluation tests and analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. The most notable change was found in the observation of environmental awareness, which increased from 64.41% in Cycle I to 80.73% in Cycle II. Meanwhile, questionnaire scores increased from 75.14% to 79.72%, accompanied by an increase in the mean learning evaluation score from 60.00 to 77.78. These developments occurred alongside improvements in the learning process through the stages of context, experience, reflection, action, and evaluation. The findings position PPR as an approach capable of connecting students’ understanding of civic values with concrete experiences and environmentally responsible actions in elementary education. ABSTRAK Pembentukan sikap peduli lingkungan dalam pembelajaran PPKn tidak cukup ditempatkan sebagai pengetahuan tentang aturan dan kewajiban, tetapi perlu dihadirkan melalui pengalaman yang memungkinkan peserta didik merefleksikan dan mempraktikkan nilai tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Paradigma Pedagogik Reflektif (PPR) dalam menanamkan sikap peduli lingkungan pada siswa kelas III SDN Babakanjeruk. Penelitian dilaksanakan sebagai Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Taggart melalui dua siklus yang mencakup perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, dengan melibatkan 18 siswa. Data dihimpun melalui observasi, angket, dan tes evaluasi, kemudian ditelaah menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Perubahan paling menonjol terlihat pada pengamatan sikap peduli lingkungan, yang meningkat dari 64,41% pada Siklus I menjadi 80,73% pada Siklus II. Sementara itu, skor angket bergerak dari 75,14% menjadi 79,72%, disertai kenaikan rata-rata evaluasi pembelajaran dari 60,00 menjadi 77,78. Perkembangan tersebut berlangsung seiring dengan perbaikan proses pembelajaran melalui tahapan konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Temuan ini menempatkan PPR sebagai pendekatan yang dapat menghubungkan pemahaman nilai kewarganegaraan dengan pengalaman konkret dan tindakan peduli lingkungan dalam pembelajaran sekolah dasar.
Copyrights © 2026