Peningkatan populasi hewan terlantar menuntut sistem pengelolaan shelter yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi. Pengelolaan shelter umumnya masih manual, sehingga proses pelaporan, adopsi, donasi, edukasi, dan penitipan sementara (foster care) belum optimal serta menurunkan efisiensi pelayanan. Penelitian terdahulu umumnya hanya berfokus pada satu alur layanan, sehingga belum tersedia rancangan yang mengintegrasikan seluruh alur dalam satu basis data dengan pembagian hak akses yang tegas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi shelter hewan terintegrasi berbasis website yang menyatukan fitur pelaporan, adopsi, donasi, foster care, dan edukasi hewan dengan tiga aktor, yaitu masyarakat, pengelola shelter, dan administrator. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi kelima alur tersebut dengan kontrol akses berbasis peran serta mekanisme pencegahan adopsi ganda secara otomatis, yang menjamin satu hewan hanya dapat diadopsi oleh satu pemohon. Pengembangan sistem menggunakan model Waterfall dengan framework Laravel dan basis data MySQL. Perancangan menghasilkan 17 use case dan 7 entitas basis data, sedangkan pengujian Black-Box Testing terhadap 25 skenario mencapai tingkat keberhasilan 100%. Kontribusi penelitian ini berupa rancangan arsitektur sistem terintegrasi yang dapat direplikasi shelter untuk mendukung layanan yang lebih efisien dan transparan.Kata Kunci: Adopsi Hewan, Hewan Terlantar, Shelter Hewan, Sistem Informasi Terintegrasi.
Copyrights © 2026