Damianus Journal of Medicine
Vol 25 No 2 (2026): Damianus Journal of Medicine

Analisis Biomarker Oksidatif dan Saturasi Oksigen Paru pada Tikus Hipoksia Hipobarik Intermiten

Sri Nurbowo Ardi (Doctoral Program in Medical Sciences, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jakarta, 10430, Indonesia)
Wiwien Heru Wiyono (Department of Pulmonology and Respiratory Medicine, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia – Persahabatan Central General Hospital, Jakarta, 10430, Indonesia)
Muhammad Arza Putra (Division of Thoracic, Cardiac and Vascular Surgery, Department of Surgery Faculty of Medicine, Universitas Indonesia – Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, 10430, Indonesia)
Dewi Sukmawati (Department of Histology, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia – Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia)
Puspita Eka Wuyung (Department of Pathological Anatomy, Faculty of Medicine, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia – Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, 10430, Indonesia)
Wawan Mulyawan (Aviation Medicine Program, Department of Community Medicine, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jakarta, 10430, Indonesia)
Wardaya Wardaya (Indonesian Air Force Institute of Aviation Medicine (Lembaga Kesehatan Penerbangan dan Ruang Angkasa dr. Saryanto), Jakarta, 12770, Indonesia)



Article Info

Publish Date
29 Aug 2026

Abstract

Pendahuluan: Hipoksia hipobarik intermiten (IHH) dapat mengganggu homeostasis redoks dan menurunkan saturasi oksigen. Malondialdehid (MDA) mencerminkan peroksidasi lipid, sedangkan reduced glutathione (GSH) menggambarkan kapasitas antioksidan endogen. Penelitian ini mengevaluasi MDA dan GSH plasma serta saturasi oksigen perifer (SpO₂) setelah paparan IHH akut dan berulang pada tikus. Metode: Sebanyak 25 tikus jantan Sprague-Dawley dibagi acak ke dalam lima kelompok (n=5/kelompok): kontrol normobarik dan IHH 1×, 3×, 7×, atau 14×. IHH diberikan sekali sehari dalam ruang hipobarik setara 25.000 kaki (7.620 m) selama 5 menit. MDA plasma diukur dengan TBARS dan GSH dengan uji DTNB. SpO₂ dicatat segera setelah paparan menggunakan pulse oximetry untuk rodensia. Perbedaan antarkelompok dianalisis dengan ANOVA satu arah dan Tukey HSD. Hasil: GSH berbeda bermakna antarkelompok (F=30,022; p<0,001) dan lebih rendah pada seluruh kelompok IHH dibanding kontrol, dengan nilai terendah setelah 7 kali paparan. MDA juga berbeda bermakna (F=14,481; p<0,001), dengan nilai tertinggi setelah 3 kali paparan; IHH 3× lebih tinggi daripada kontrol (p<0,001) dan IHH 14× (p=0,007). SpO₂ lebih rendah pada seluruh kelompok IHH dibanding kontrol (p<0,001), dengan rerata terendah setelah 3 kali paparan (61,2±4,66%). Simpulan: IHH berkaitan dengan desaturasi oksigen dan perubahan biomarker stres oksidatif sirkulasi. Pola MDA dan GSH yang tidak linear konsisten dengan respons redoks yang bergantung waktu, tetapi belum membuktikan adaptasi fisiologis.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

damianus

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Damianus Journal of Medicine (DJM) merupakan jurnal ilmiah kedokteran yang memuat informasi di bidang kedokteran dan kesehatan terkini. DJM diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Damianus Journal of Medicine terbit sejak tahun 2002 dan diterbitkan 2 kali per ...