Rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran matematika abad ke-21, yang ditandai dengan keterbatasan dalam menghasilkan ide beragam, menemukan solusi alternatif, dan menyelesaikan soal berbasis HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri berdasarkan gaya belajar Kolb terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment dan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 153 siswa, sedangkan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-C sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian terdiri dari tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan angket gaya belajar Kolb. Teknik analisis data meliputi uji normalitas (Lilliefors), uji homogenitas (Fisher), uji t independen, serta uji Two Way ANOVA berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji hipotesis juga menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa berdasarkan gaya belajar Kolb (divergen, asimilator, konvergen, dan akomodator), serta terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap kemampuan tersebut. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis, serta dapat dijadikan acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih aktif, variatif, dan berpusat pada siswa.
Copyrights © 2026