Bau badan merupakan masalah yang sering terjadi akibat aktivitas bakteri pada kulit, salah satunya Staphylococcus aureus. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif deodorant antibakteri menjadi salah satu upaya untuk menghasilkan produk yang aman dan berbasis tanaman lokal. Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dan daun kemangi (Ocimum sanctum L.) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan daun pandan dan daun kemangi sebagai bahan pembuatan deodorant spray antibakteri. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi, evaluasi pretest dan posttest, serta demonstrasi pembuatan deodorant spray menggunakan daun pandan dan daun kemangi. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari nilai rata-rata pretest sebesar 68,89 menjadi 90,56 setelah diberikan edukasi. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan, terutama pada sesi demonstrasi pembuatan produk. Kegiatan ini dapat disimpulkan berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman lokal sebagai bahan alami pembuatan deodorant spray antibakteri. Pemanfaatan daun pandan dan daun kemangi berpotensi dikembangkan sebagai produk kesehatan berbasis bahan alam yang bernilai guna dan ekonomis.
Copyrights © 2026