Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN SERUM DARI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) SEBAGAI ANTIOKSIDAN : OPTIMASI FORMULASI SEDIAAN SERUM DARI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa Oleifera) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Nyimas Rahma Komariah; Yovi Pranata; Dani Prasetyo; Meliasi Nora Pratamarta
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/v6dtz359

Abstract

Telah dilakukan penelitian Optimasi Formulasi Sediaan Serum Dari Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) Sebagai Antioksidan Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sediaan serum dari ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) yang optimal sebagai antioksidan Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan pelarut etanol 96%, dilanjutkan dengan pembuatan sediaan serum dalam beberapa variasi konsentrasi ekstrak (7%, 9%, dan 11%). Evaluasi mutu sediaan dilakukan melalui uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan viskositas. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) secara in vitro untuk menentukan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik yang baik, dengan pH berkisar 5–6, daya sebar ±5 cm, dan viskositas dalam rentang standar. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa semua formula memiliki aktivitas sangat kuat dengan nilai IC50 F1 sebesar 62,5 ppm, F2 sebesar 62,9 ppm, dan F3 sebesar 63,6 ppm sedangkan, vitamin C sebagai pembanding memiliki nilai IC50 sebesar 37,5 ppm. Uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p < 0,05) antar formula. Formula terbaik berdasarkan stabilitas dan aktivitas antioksidan adalah formula dengan konsentrasi ekstrak 11%. Dengan demikian, ekstrak daun kelor berpotensi sebagai bahan aktif dalam sediaan serum antioksidan
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Pemanfaatan Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) dalam Pembuatan Deodorant Spray Amelia Soyata; Yovi Pratama; Meliasi Nora Pratamarta; Rahma Fatmawati; Zy Pricylina
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.111

Abstract

Bau badan merupakan masalah yang sering terjadi akibat aktivitas bakteri pada kulit, salah satunya Staphylococcus aureus. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif deodorant antibakteri menjadi salah satu upaya untuk menghasilkan produk yang aman dan berbasis tanaman lokal. Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dan daun kemangi (Ocimum sanctum L.) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan daun pandan dan daun kemangi sebagai bahan pembuatan deodorant spray antibakteri. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi, evaluasi pretest dan posttest, serta demonstrasi pembuatan deodorant spray menggunakan daun pandan dan daun kemangi. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari nilai rata-rata pretest sebesar 68,89 menjadi 90,56 setelah diberikan edukasi. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan, terutama pada sesi demonstrasi pembuatan produk. Kegiatan ini dapat disimpulkan berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman lokal sebagai bahan alami pembuatan deodorant spray antibakteri. Pemanfaatan daun pandan dan daun kemangi berpotensi dikembangkan sebagai produk kesehatan berbasis bahan alam yang bernilai guna dan ekonomis.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Pemanfaatan Daun Pandan (Pandanus amaryllifolius) dan Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) dalam Pembuatan Deodorant Spray Amelia Soyata; Yovi Pratama; Meliasi Nora Pratamarta; Rahma Fatmawati; Zy Pricylina
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v3i2.111

Abstract

Bau badan merupakan masalah yang sering terjadi akibat aktivitas bakteri pada kulit, salah satunya Staphylococcus aureus. Pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif deodorant antibakteri menjadi salah satu upaya untuk menghasilkan produk yang aman dan berbasis tanaman lokal. Daun pandan (Pandanus amaryllifolius) dan daun kemangi (Ocimum sanctum L.) diketahui mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, saponin, dan minyak atsiri yang berpotensi sebagai antibakteri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan daun pandan dan daun kemangi sebagai bahan pembuatan deodorant spray antibakteri. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, diskusi, evaluasi pretest dan posttest, serta demonstrasi pembuatan deodorant spray menggunakan daun pandan dan daun kemangi. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta, hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari nilai rata-rata pretest sebesar 68,89 menjadi 90,56 setelah diberikan edukasi. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan, terutama pada sesi demonstrasi pembuatan produk. Kegiatan ini dapat disimpulkan berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan tanaman lokal sebagai bahan alami pembuatan deodorant spray antibakteri. Pemanfaatan daun pandan dan daun kemangi berpotensi dikembangkan sebagai produk kesehatan berbasis bahan alam yang bernilai guna dan ekonomis.