Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah enam orang yang terdiri atas tiga guru wali kelas dan tiga Guru Pendamping Khusus (GPK), yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran anak ASD. Analisis penelitian menggunakan Teori Interaksi Simbolik Herbert Mead melalui konsep mind, self, dan society. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi guru pada anak ASD dilakukan secara fleksibel melalui kombinasi komunikasi verbal, nonverbal, dan visual yang disesuaikan dengan karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan masing-masing anak. Hambatan komunikasi yang ditemukan meliputi kesulitan memahami instruksi verbal, keterbatasan perhatian, perbedaan kemampuan komunikasi, serta kondisi emosional dan perilaku anak. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru menggunakan strategi berupa penyederhanaan bahasa, pengulangan instruksi, penggunaan gestur, kontak mata, media visual, benda konkret, contoh langsung, serta kolaborasi dengan GPK. Berdasarkan Teori Interaksi Simbolik, komunikasi guru merupakan proses pembentukan makna melalui penggunaan simbol, interpretasi terhadap respons anak, dan penyesuaian komunikasi secara berkelanjutan dalam lingkungan pembelajaran
Copyrights © 2026