Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh salesperson expertise dan perceived price fairness terhadap consumer loyalty pada konsumen Toko Tunas Mulia Cosmetic Mamuju, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh konsumen Toko Tunas Mulia Cosmetic Mamuju yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti, sehingga penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Cochran dan diperoleh 96 responden melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, kuesioner berskala Likert lima poin, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial salesperson expertise berpengaruh positif dan signifikan terhadap consumer loyalty (β = 0,271; t = 2,510; sig. 0,014), demikian pula perceived price fairness berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,529; t = 4,906; sig. 0,000). Secara simultan, kedua variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap consumer loyalty (F = 63,074; sig. 0,000). Nilai R Square sebesar 0,576 dan Adjusted R Square sebesar 0,567 menunjukkan bahwa 57,6% variasi loyalitas konsumen dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen, sedangkan 42,4% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa perceived price fairness merupakan determinan paling dominan dalam membentuk loyalitas konsumen ritel kosmetik, sehingga penetapan harga yang adil dan transparan perlu menjadi prioritas strategis yang didukung penguatan kompetensi tenaga penjual.
Copyrights © 2026