Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Salesperson Expertise Dan Perceived Price Fairness Terhadap Consumer Loyalty Pada Konsumen Toko Tunas Mulia Cosmetic Mamuju Tri Agustina; Muhammad Arsyad; Suharlina Suharlina; Iwan Adinugroho; Muhammad Sibgatullah
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.310

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh salesperson expertise dan perceived price fairness terhadap consumer loyalty pada konsumen Toko Tunas Mulia Cosmetic Mamuju, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh konsumen Toko Tunas Mulia Cosmetic Mamuju yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti, sehingga penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Cochran dan diperoleh 96 responden melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara tidak terstruktur, kuesioner berskala Likert lima poin, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial salesperson expertise berpengaruh positif dan signifikan terhadap consumer loyalty (β = 0,271; t = 2,510; sig. 0,014), demikian pula perceived price fairness berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,529; t = 4,906; sig. 0,000). Secara simultan, kedua variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap consumer loyalty (F = 63,074; sig. 0,000). Nilai R Square sebesar 0,576 dan Adjusted R Square sebesar 0,567 menunjukkan bahwa 57,6% variasi loyalitas konsumen dapat dijelaskan oleh kedua variabel independen, sedangkan 42,4% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa perceived price fairness merupakan determinan paling dominan dalam membentuk loyalitas konsumen ritel kosmetik, sehingga penetapan harga yang adil dan transparan perlu menjadi prioritas strategis yang didukung penguatan kompetensi tenaga penjual.
Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan Dan Dukungan Keluarga Terhadap Minat Berwirausaha Pada Alumni Jurusan Desain Komunikasi Visual Smkn Tapango Kabupaten Polewali Mandar Gita Sari; Hari Yeni; Andi Indra Martini; Muhammad Sibgatullah
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 4 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i4.533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kewirausahaan dan dukungan keluarga terhadap minat berwirausaha pada alumni Jurusan Desain Komunikasi Visual SMKN Tapango Kabupaten Polewali Mandar. Pendidikan kewirausahaan dipandang sebagai faktor pengembangan kapasitas internal yang membentuk pengetahuan, keterampilan, kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan mengelola risiko, sedangkan dukungan keluarga merupakan faktor sosial eksternal yang dapat memperkuat motivasi dan kepercayaan diri untuk memulai usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 736 alumni dan 88 responden dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap minat berwirausaha (B = 0,131; t = 3,128; sig. = 0,002). Dukungan keluarga juga berpengaruh positif dan signifikan secara parsial (B = 0,328; t = 3,103; sig. = 0,003). Secara simultan, pendidikan kewirausahaan dan dukungan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha (F = 8,773; sig. = 0,000), dengan nilai R² sebesar 0,171. Dengan demikian, kedua variabel menjelaskan 17,1% variasi minat berwirausaha, sedangkan 82,9% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan pembelajaran kewirausahaan yang praktis dan peningkatan dukungan keluarga penting untuk mendorong kewirausahaan kreatif di kalangan alumni sekolah kejuruan.