Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, namun masih menghadapi berbagai kendala dalam aspek manajemen usaha, kualitas produk, dan pemasaran. UKM ALJ Aluminium di Kota Palembang sebagai mitra kegiatan pengabdian mengalami permasalahan berupa belum optimalnya pengelolaan bisnis, belum adanya standar operasional produksi, pembukuan keuangan yang masih manual, serta pemasaran yang masih mengandalkan metode konvensional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyusun strategi pengembangan UKM melalui penguatan manajemen bisnis, standarisasi kualitas produk, dan pemasaran digital. Metode pelaksanaan meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, penerapan teknologi tepat guna, serta evaluasi. Program yang dilaksanakan meliputi penyusunan standar operasional prosedur (SOP) produksi, pelatihan manajemen usaha dan pembukuan sederhana, pendampingan legalitas usaha, serta optimalisasi pemasaran digital melalui media sosial. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan keberdayaan mitra pada aspek produksi sebesar 86,88%, sedangkan pada aspek pemasaran digital, branding, promosi, dan perluasan akses pasar mencapai rata-rata 87,00%. Program ini juga meningkatkan efisiensi proses produksi, kualitas produk, kemampuan manajemen usaha, serta kapasitas pemasaran digital mitra. Dengan demikian, kegiatan pengabdian berhasil memperkuat kemandirian usaha dan daya saing UKM ALJ Aluminium. Model pemberdayaan yang mengintegrasikan penguatan manajemen bisnis, standarisasi kualitas produk, teknologi tepat guna, dan transformasi digital berpotensi menjadi model pengembangan UKM yang berkelanjutan serta dapat direplikasi pada usaha sejenis.
Copyrights © 2026