Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh burnout dan work pressure terhadap turnover intention pada pegawai Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mamuju Sulawesi Barat, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 55 pegawai dan teknik total sampling digunakan sehingga seluruh anggota populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin. Analisis data meliputi uji validitas, uji reliabilitas, regresi linear berganda, uji t parsial, uji F simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap turnover intention, dengan nilai t hitung 0,003 dan signifikansi 0,998. Work pressure berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention, dengan nilai t hitung 3,694 dan signifikansi 0,001. Secara simultan, burnout dan work pressure berpengaruh signifikan terhadap turnover intention, dengan nilai F hitung 7,145 dan signifikansi 0,002. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,216 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 21,6% variasi turnover intention, sedangkan 78,4% dijelaskan oleh faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan tekanan kerja perlu menjadi prioritas dalam kebijakan retensi pegawai di BPN Mamuju.
Copyrights © 2026