Secara umum, ikan nila jantan menunjukkan pertumbuhan lebih pesat dibandingkan betina sehingga dapat mempercepat waktu pemanenan. Upaya peningkatan proporsi kelamin jantan dapat dilakukan melalui teknik maskulinisasi sehingga ikan betina terdiferensiasi kelaminnya menjadi jantan. Kandungan kalium dalam air kelapa berpotensi menggantikan fungsi hormon sintetis 17α metil testosteron dan dinilai lebih ramah lingkungan karena bersumber dari bahan alami. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis air kelapa yang optimal untuk meningkatkan persentase kelamin jantan dan mempertahankan tingkat kelangsungan hidup larva ikan nila. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, terdiri atas kontrol tanpa penambahan air kelapa serta penambahan air kelapa 0,09 mL/g pakan, 0,12 mL/g pakan, dan 0,15 mL/g selama 14 hari dengan menggunakan ikan sebanyak 30 ekor/akuarium dengan total akuarium 12 buah dengan bobot rata-rata ± 0,01 gr/ekor. Pengamatan terhadap kelamin jantan dilakukan setelah 60 hari. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah (α = 0,05) dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air kelapa. Penambahan air kelapa 0,15 mL/g pakan merupakan dosis paling optimal dengan persentase kelamin jantan sebesar 67,05±1,75. Variasi dosis air kelapa dalam pakan tidak menimbulkan perbedaan pengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup yang berada pada kisaran 93-100%.
Copyrights © 2026