Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kinerja Produksi Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Sistem Intensif di PT. Pendawa Senajaya Kabupaten Situbondo Nisa, Andina Chairun; Jatayu, Diklawati; Abadi, Rahman Fawaid
Buletin Jalanidhitah Sarva Jivitam Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : POLITEKNIK AHLI USAHA PERIKANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bjsj.v5i2.13081

Abstract

Udang vaname termasuk dalam primadona ekspor di Indonesia dan memiliki kontribusi ekspor sekitar 85%. Hal ini dikarenakan udang vaname memiliki beberapa keunggulan yaitu memiliki daya tahan terhadap serangan penyakit, kemampuan beradaptasi dengan kepadatan tinggi, kisaran hidup padasalinitas 5-30 ppt dan waktu pemeliharaan yang cukup singkat. Semakin tingginya target produksi nasional membuat para pembudidaya meningkatkan kapasitas produksi yang dihasilkan. Kegiatan budidaya secara intensif dapat meningkatan produksi udang vaname di Indonesia. Kapasitas produksi yang dihasilkan perlu diukur keberhasilannya melalui parameter kinerja produksi. Parameter ini meliputi antara lain produktivitas, Survival Rate (SR), Size, Average Body Weight (ABW), Average Daily Growth (ADG), Food Convention Rate (FCR). Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan dimulai dari tanggal 6 Februari 2023 sampai 18 April 2023 dan berlokasi di PT. Pendawa Senajaya Kabupaten Situbondo dengan analisis data menggunakan metode deskriptif. Selain mengukur kinerja produksi, dilakukan pula pengukuran parameter kualitas air mulai dari parameter fisika, kimia dan biologi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah, kandungan nutrisi dan frekuensi pemberian pakan dapat mempengaruhi pertumbuhan, kelulushidupan dan biomassa udang vaname yang dihasilkan. Data kinerja produksi yang didapat tidak keseluruhan petakan yang diujikan termasuk dalam kategori yang ditargetkan oleh perusahaan dikarenakan adanya penyakit WFD dan IMNV.Vaname shrimp included to export superior product in Indonesia and has export contribution amount of 85%. It caused vaname shrimp has some primacies was high endurance to diseases, high capability of adaptation in high density, life range in 5-30 ppt of salinity and short cultivation time. Increasing of production target made fish farmers increased their production capacities. Production capacities needed to measured about their level of success through production performances. Parameters of production performances involves productivities, Survival Rate (SR), Size, Average Body Weight (ABW), Average Daily Growth (ADG), and Food Convention Rate (FCR). The research was conducted approximately 3 months between February until April 2023 and located in PT. Pendawa Senajaya Situbondo Regency with data analysis was descriptive method. Besides measured production performances, but also measured water quality parameters started from physics, chemical and biology parameters. Based on results of this research was known that amounts, nutrition contents, and feeding frequency impacted to growth, survival rate and biomass of vaname shrimp. Data of production performances obtained that not the whole of map ponds was categorized in company production target caused WFD and IMNV attacked. 
Kajian Efektivitas Air Kelapa (Cocos nucifera) dalam Pakan terhadap Rasio Kelamin Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Zulendra, Muhammad Fiqi; Malingkas, Ronal; Muharam, Gani Asri; Luntungan, Diane O. M.; Natalia, Natalia; Abadi, Rahman Fawaid; Hartiningsih, Lusia Dwi; Hariyoto, Fitroh Dwi; Kusuma, Ni Putu Dian
Akuatika Indonesia Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v11i1.68535

Abstract

Secara umum, ikan nila jantan menunjukkan pertumbuhan lebih pesat dibandingkan betina sehingga dapat mempercepat waktu pemanenan. Upaya peningkatan proporsi kelamin jantan dapat dilakukan melalui teknik maskulinisasi sehingga ikan betina terdiferensiasi kelaminnya menjadi jantan. Kandungan kalium dalam air kelapa berpotensi menggantikan fungsi hormon sintetis 17α metil testosteron dan dinilai lebih ramah lingkungan karena bersumber dari bahan alami. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis air kelapa yang optimal untuk meningkatkan persentase kelamin jantan dan mempertahankan tingkat kelangsungan hidup larva ikan nila. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, terdiri atas kontrol tanpa penambahan air kelapa serta penambahan air kelapa 0,09 mL/g pakan, 0,12 mL/g pakan, dan 0,15 mL/g selama 14 hari dengan menggunakan ikan sebanyak 30 ekor/akuarium dengan total akuarium 12 buah dengan bobot rata-rata ± 0,01 gr/ekor. Pengamatan terhadap kelamin jantan dilakukan setelah 60 hari. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah (α = 0,05) dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air kelapa. Penambahan air kelapa 0,15 mL/g pakan merupakan dosis paling optimal dengan persentase kelamin jantan sebesar 67,05±1,75. Variasi dosis air kelapa dalam pakan tidak menimbulkan perbedaan pengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup yang berada pada kisaran 93-100%.