Jagung Momala (Zea mays L.) merupakan varietas jagung lokal Gorontalo yang memiliki nilai penting sebagai sumber pangan dan plasma nutfah daerah. Pemanfaatan Actinomycetes sebagai biostimulan mikroba berpotensi mendukung aktivitas fisiologis tanaman melalui peningkatan ketersediaan dan penyerapan unsur hara. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons kandungan klorofil jagung Momala terhadap pemberian berbagai dosis inokulum Actinomycetes. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan, yaitu MA0 (tanpa Actinomycetes), MA1 (5 g inokulum), dan MA2 (10 g inokulum), masing-masing dengan tiga ulangan. Kandungan klorofil a, klorofil b, dan klorofil total dianalisis pada umur 49 dan 56 hari setelah tanam (HST) menggunakan metode spektrofotometri. Data dianalisis menggunakan analisis varians (ANOVA) pada taraf signifikansi 5%. Secara deskriptif, perlakuan MA2 menunjukkan kandungan klorofil b dan klorofil total tertinggi pada umur 49 dan 56 HST, sedangkan kandungan klorofil a tertinggi ditemukan pada MA0 pada umur 49 HST dan MA1 pada umur 56 HST. Namun, hasil ANOVA menunjukkan bahwa pemberian Actinomycetes tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kandungan klorofil a, klorofil b, maupun klorofil total pada kedua waktu pengamatan (P 0,05). Dengan demikian, pemberian inokulum Actinomycetes pada dosis 5 dan 10 g per polybag belum menunjukkan perubahan kandungan klorofil jagung Momala yang signifikan secara statistik.
Copyrights © 2026