Penanganan vibriosis menggunakan bahan alami seperti ekstrak Sargassum sp. pada kegiatan budidaya ikan kerapu cantang perlu diteliti. Pengujian efektifitas pelarut dalam menghasilkan senyawa fitokimia sebagai antibakeri dan modifikasi proses ekstraksi menjadi lebih sederhana bertujuan agar dapat ditiru oleh pembudidaya dilapangan. Isolat bakteri uji diisolasi langsung dari ikan yang memiliki gejala vibriosis dari ikan kerapu cantang pembudidaya di Senggarang Besar, Kota Tanjungpinang. Pengujian aktivitas antibakteri dari ekstrak Sargassum sp. dalam menghambat pertumbuhan Vibrio sp. dilakukan melalui uji zona hambat metode difusi kertas cakram (metode Kirby-Bauer). Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pelarut alkohol 70% pada proses ektraksi memberikan hasil diameter zona hambat yang jernih dan lebih baik yaitu 13 mm pada konsentrasi tertinggi dari perlakuan (10%) dibandingkan dengan ekstrak yang menggunakan pelarut alkohol 96% pada konsentrasi yang sama yaitu 11.67 mm dengan catatan zona hambat yang terbentuk tergolong parsial karena tidak jernih atau bening sempurna akibat masih terdapat pertumbuhan bakteri yang tipis di dalam zona meskipun bentuk lingkaran zona hambat terlihat cukup jelas. Penggunaan pelarut alkohol 70% dapat digunakan untuk proses ekstraksi Sargassum sp. dengan pertimbang harga yang lebih murah dan hasil yang lebih baik dibandingkan alkohol 96% berdasarkan hasil yang ditunjukkan melalui penelitian ini.
Copyrights © 2026