Perilaku merokok pada perempuan dewasa awal dipengaruhi oleh tekanan teman sebaya serta persepsi terhadap risiko dan manfaat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konformitas teman sebaya terhadap perilaku merokok dengan peran mediasi Health Belief Model. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei pada 237 perempuan dewasa awal. Data dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya berpengaruh signifikan terhadap perilaku merokok. Konstruk Health Belief Model, yaitu persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, self-efficacy, dan cues to action, terbukti memediasi hubungan tersebut secara parsial, sedangkan persepsi hambatan tidak berperan sebagai mediator. Efek langsung konformitas teman sebaya lebih dominan dibandingkan efek mediasi Health Belief Model. Dengan demikian, Health Belief Model berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara konformitas teman sebaya dan perilaku merokok pada perempuan dewasa awal. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya intervensi yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan tentang risiko dan manfaat berhenti merokok, tetapi juga memperkuat self-efficacy, menyediakan cues to action yang efektif, serta memanfaatkan norma kelompok positif untuk mendorong perilaku sehat.
Copyrights © 2026