PESHUM
Vol. 5 No. 5: Agustus 2026

Pengembangan Pribadi Konselor sebagai Fondasi Profesionalitas Guru BK dalam Pelaksanaan Layanan Konseling di SMP/SMA: Studi Kualitatif

Ahlun Nazali (Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Indonesia)
Januariadi Januariadi (Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Indonesia)
Baiq Mahyatun (Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Indonesia)
Nia Aspari (Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Indonesia)
Risma Juliana (Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Indonesia)
Wardatul Jannah (Universitas Hamzanwadi Lombok Timur, Indonesia)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Profesionalitas guru Bimbingan dan Konseling (BK) lazim dimaknai sebagai penguasaan teori, teknik asesmen, dan kemampuan menyusun program layanan, sementara kualitas pribadi konselor sebagai instrumen utama proses bantuan cenderung diabaikan. Artikel ini mengkaji secara kritis bagaimana pengembangan pribadi konselor berfungsi sebagai fondasi profesionalitas guru BK dalam pelaksanaan layanan konseling di SMP dan SMA, dengan menelaah bentuk-bentuk pengembangan pribadi yang ditempuh guru BK, peran pengembangan tersebut dalam membangun profesionalitas, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Kajian dibangun di atas kerangka konseptual yang merangkai lima dimensi pengembangan pribadi (kesadaran diri, kematangan emosional, kemampuan refleksi, kompetensi interpersonal, dan integritas pribadi) dengan empat indikator profesionalitas guru BK (efektivitas hubungan konseling, kualitas layanan, pengambilan keputusan etis, dan kesinambungan pengembangan kompetensi). Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap enam guru BK aktif anggota MGBK Lombok Timur, NTB, dilengkapi studi dokumentasi kegiatan MGBK Oktober 2025. Hasil menunjukkan bahwa keenam informan menempuh berbagai bentuk pengembangan diri (pelatihan Kurikulum Merdeka, workshop program layanan, bimbingan teknis asesmen, supervisi akademik, forum MGBK) yang konsisten berdampak positif terhadap kesadaran profesional, kompetensi interpersonal, dan integritas etika mereka, di tengah tantangan struktural berulang seperti miskonsepsi peran guru BK sebagai “polisi sekolah”, rasio siswa yang jauh melampaui kapasitas ideal, beban administratif, dan ambiguitas pembagian tugas dengan wali kelas. Telaah pustaka memperkuat temuan ini: kelima dimensi pengembangan pribadi berkorelasi konsisten dengan keberhasilan hubungan terapeutik, sementara beban administratif, ambiguitas peran, dan keterbatasan supervisi klinis menjadi penghambat struktural yang berulang muncul dalam literatur konseling sekolah, baik di Indonesia maupun mancanegara. Artikel ini menegaskan bahwa penguatan profesionalitas guru BK menuntut ekosistem pengembangan profesi yang secara sengaja memfasilitasi pertumbuhan pribadi konselor secara berkelanjutan dan didukung kebijakan satuan pendidikan.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

PESHUM

Publisher

Subject

Humanities Education Social Sciences

Description

PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, ...