. Foodborne illness among school-aged children remains a persistent public health issue, particularly in rural and semi-rural settings with limited access to health information. This community engagement program aimed to improve knowledge and attitudes regarding safe snack consumption among elementary school students through the use of flashcard-based educational media. The program was conducted at the Hafiyya Islamic Boarding School, Muara Penimbung Ulu Village, Ogan Ilir Regency, Sumatera Selatan. The community-service participants were 33 Islamic boarding school students aged 7–11 years. Activities included pre-test and post-test assessments, interactive health education sessions using flashcards, and evaluation of learning outcomes. The flashcards presented key concepts related to food safety, hazardous food additives, symptoms of food poisoning, and indicators of safe snacks. Results showed a significant improvement in students’ knowledge, with a mean difference between pre-test and post-test scores of 0.84 and a statistically significant difference (p = 0.000). Although the change in attitude scores was not statistically significant (p = 0.231), overall attitudes were already positive before the intervention. More than 80% of participants demonstrated high engagement during activities. This program highlights that flashcards are an effective, engaging, and context-appropriate media for strengthening early food safety literacy among children. The intervention also supports sustainable health promotion in educational settings and contributes to SDGs related to health, education, and responsible consumption. Keracunan makanan pada anak usia sekolah masih menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi, terutama pada wilayah rural dan semi-rural dengan akses informasi kesehatan yang terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai konsumsi jajanan yang aman melalui media edukasi berbasis flashcard. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Yayasan Islam Hafiyya Desa Muara Penimbung Ulu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Peserta pengabdian merupakan 33 peserta didik pesantren usia 7–11 tahun. Tahapan kegiatan meliputi pelaksanaan pre-test dan post-test, penyuluhan interaktif menggunakan flashcard, serta evaluasi hasil pembelajaran. Flashcard berisi materi mengenai keamanan pangan, bahan berbahaya pada jajanan, tanda-tanda keracunan makanan, dan cara memilih jajanan yang aman. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan selisih rata-rata peningkatan nilai pre-test dan post-test sebesar 0,84 dan perbedaan bermakna secara statistik (p = 0,000). Meskipun perubahan sikap tidak signifikan (p = 0,231), sikap siswa pada umumnya sudah baik sebelum intervensi. Lebih dari 80% peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa media flashcard efektif sebagai media edukasi yang menarik dan mudah dipahami untuk meningkatkan literasi keamanan pangan pada anak. Program ini turut mendukung promosi kesehatan berkelanjutan di lingkungan sekolah serta berkontribusi pada pencapaian SDGs terkait kesehatan, pendidikan, dan konsumsi bertanggung jawab.
Copyrights © 2026