Dwi Septiawati
Universitas Sriwijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analysis Of The Application Of Occupational Safety and Health (K3) Management To Radiation At The Radiology Installation Of Ernaldi Bahar Hospital, South Sumatra Province Rizki Dien Wahyuni; Desheila Andarini; Anita Amelia; Imelda G. Purba; Dwi Septiawati
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/visikes.v20i2.4938

Abstract

Introduction: The radiation dose is not controlled then the dose value will be accumulated. Then the dose received will be higher so that it can cause a drastic reduction in the number of lymphocytes. The purpose of this study was to analyze the application of occupational safety and health (K3) management to radiation at the radiology installation of Ernaldi Bahar Hospital, South Sumatra Province. Methods: This study uses qualitative methods with observational approaches, interviews and document studies. Result: The application of radiation safety management requirements at the radiology installation of Ernaldi Bahar Hospital, South Sumatra Province has not been carried out optimally. The application of radiation protection requirements, application of technical requirements, application of safety verification and health monitoring of radiation workers have been carried out properly. Conclusion: The implementation of occupational health and safety management on radiation at the radiology installation of Ernaldi Bahar Hospital, South Sumatra Province, has been going well. Keywords: Radiation, Management to Radiation, X-ray 
SOSIALISASI FAKTOR PENYEBAB OBESITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR Firnaliza Rizona; Herliawati Herliawati; Khoirul Latifin; Dwi Septiawati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.672 KB)

Abstract

AbstrakAngka kejadian obesitas atau berlebihnya berat badan terus meningkat terutama pada anak sekolah. Obesitasyang tidak terkendali akan menyebabkan berbagai penyakit degenerative yang dikemudian hari yang akanberdampak pada kematian. Penyebab obesitas bersifat multifaktoral seperti genetik, asupan nutrisi, aktivitasfisik, penggunaan obat-obatan dan lain-lain. Tujuan jangka panjang pengabdian masyarakat kepada anaksekolah ini adalah memberikan pemahaman kepada anak tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkanobesitas sehingga kedepannya mampu merubah aktivitas dan perilaku yang dapat menyebabkan obesitas.Pelaksanaan dilakukan dengan proses edukasi, sosialisasi, dan diskusi pada siswa siswi lalu melakukanevaluasi melalui pertanyaan terbuka. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Sekolah dasar di wilayah kerjapuskesmas Pembina. Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa dan siswi sekolah dasar di wilayah kerjapuskesmas Pembina Palembang. Berdasarkan hasil kegiatan didapatkan anak mengikuti kegiatan sosialisasidengan antusias dan mampu mengikuti proses evaluasi yaitu dengan menjawab pertanyaan saat proses diskusidan evaluasi. Peserta mampu memahami bahwa mengkonsumsi makanan tinggi lemak dan gula dan hidupbermalas-malasan dengan aktifitas fisik yang kurang dapat menyebabkan peningkatan berat badan. Faktorketurunan dan penggunaan jenis obat tertentu juga dapat memicu terjadinya obesitas. Berdasarkan kegiatantersebut, dapat disimpulkan setelah dilakukan sosialisasi mengenai faktor resiko penyebab peningkatan beratbadan mayoritas peserta mengetahui defenisi, penyebab dan akibat dari kelebihan berat badan serta usahadalam penurunan berat badan.Kata kunci: Faktor Penyebab, Obesitas, SosialisasiAbstractObesity overweight occurrence was increasing especially on school age children. Uncontrolled obesity cancauses various degenerative disease which will affect on the death. Causes of obesity were multifactorial asgenetic, nutritional intake, physical activity, the use of drugs, and others. The long-term aim of the devotionto the school age children was to give the understanding about the factors that can lead to obesity so that inthe future it will change the activity and behavior which can cause obesity. The implementation conducted bythe education, socialization, and discussion process on students and then an evaluation carried out by thethrough open questioning. The implementation conducted at primary schools in the working areas of thePembina public health center. The participant of this activity was the elementary school students in in theworking areas of the Pembina public health center Palembang. Based on outcome of the activities that thestudent who joining the socialization with enthusiastic and able to follow evaluation process which cananswer questions when discussion and evaluation. Participants able to understand that consume foods whichhad high in fat and sugar also sedentary life style can increase weight. Heredity and the use of certain type ofmedication also can lead to obesity. Based on these activity, it can be concluded that after socialization onrisk factors of causes increasing weight body the majority of participants know definition, causes and effectfrom the excess weight and efforts in weight loss.Keywords: Causes Factor, Obesity, socialization
Inovasi Media Flashcard sebagai Upaya Edukasi Pencegahan Keracunan Makanan Jajanan pada Anak Sekolah Dasar di Desa Muara Penimbung Ulu Dini Arista Putri; Inoy Trisnaini; Imelda Gernauli Purba; Dwi Septiawati; Widya Ayu Pratiningsih
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48469

Abstract

. Foodborne illness among school-aged children remains a persistent public health issue, particularly in rural and semi-rural settings with limited access to health information. This community engagement program aimed to improve knowledge and attitudes regarding safe snack consumption among elementary school students through the use of flashcard-based educational media. The program was conducted at the Hafiyya Islamic Boarding School, Muara Penimbung Ulu Village, Ogan Ilir Regency, Sumatera Selatan. The community-service participants were 33 Islamic boarding school students aged 7–11 years. Activities included pre-test and post-test assessments, interactive health education sessions using flashcards, and evaluation of learning outcomes. The flashcards presented key concepts related to food safety, hazardous food additives, symptoms of food poisoning, and indicators of safe snacks. Results showed a significant improvement in students’ knowledge, with a mean difference between pre-test and post-test scores of 0.84 and a statistically significant difference (p = 0.000). Although the change in attitude scores was not statistically significant (p = 0.231), overall attitudes were already positive before the intervention. More than 80% of participants demonstrated high engagement during activities. This program highlights that flashcards are an effective, engaging, and context-appropriate media for strengthening early food safety literacy among children. The intervention also supports sustainable health promotion in educational settings and contributes to SDGs related to health, education, and responsible consumption. Keracunan makanan pada anak usia sekolah masih menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi, terutama pada wilayah rural dan semi-rural dengan akses informasi kesehatan yang terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa mengenai konsumsi jajanan yang aman melalui media edukasi berbasis flashcard. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Yayasan Islam Hafiyya Desa Muara Penimbung Ulu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Peserta pengabdian merupakan 33 peserta didik pesantren usia 7–11 tahun. Tahapan kegiatan meliputi pelaksanaan pre-test dan post-test, penyuluhan interaktif menggunakan flashcard, serta evaluasi hasil pembelajaran. Flashcard berisi materi mengenai keamanan pangan, bahan berbahaya pada jajanan, tanda-tanda keracunan makanan, dan cara memilih jajanan yang aman. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan selisih rata-rata peningkatan nilai pre-test dan post-test sebesar 0,84 dan perbedaan bermakna secara statistik (p = 0,000). Meskipun perubahan sikap tidak signifikan (p = 0,231), sikap siswa pada umumnya sudah baik sebelum intervensi. Lebih dari 80% peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa media flashcard efektif sebagai media edukasi yang menarik dan mudah dipahami untuk meningkatkan literasi keamanan pangan pada anak. Program ini turut mendukung promosi kesehatan berkelanjutan di lingkungan sekolah serta berkontribusi pada pencapaian SDGs terkait kesehatan, pendidikan, dan konsumsi bertanggung jawab.