This community service program aimed to strengthen the independence and empowerment of persons with visual disabilities through interventions focusing on mental resilience, Sharia financial literacy, and Islamic literacy at LKS Tunanetra Aisyiyah Ponorogo. The program was developed in response to the limited access to psychological support and financial education among individuals with visual impairments, which often affects their self-reliance and participation in social and economic activities. The interventions were conducted through psychoeducational sessions, group discussions, practical training modules, and guided reflective activities implemented across several meetings. A qualitative approach was employed to evaluate the program, with data collected through interviews, observations, and participant reflections to identify changes in knowledge, confidence, and behavioral readiness. The findings revealed improvements in participants’ emotional regulation skills, increased confidence in managing personal finances according to Sharia principles, and enhanced understanding of Islamic teachings applicable to daily life. In addition, the activities encouraged peer support, strengthened social connectedness, and fostered a greater sense of personal agency among participants. Overall, the program demonstrates that an integrated approach combining psychological strengthening, financial literacy, and religious literacy can effectively promote the empowerment and self-reliance of persons with visual disabilities. Future initiatives are recommended to expand collaborative partnerships and provide more advanced skill-development programs to ensure sustainable long-term impact. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas tunanetra melalui intervensi yang berfokus pada penguatan mental, literasi keuangan syariah, dan literasi Islami di LKS Tunanetra Aisyiyah Ponorogo. Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap keterbatasan akses penyandang tunanetra terhadap dukungan psikologis dan pendidikan keuangan, yang sering kali memengaruhi kemampuan mereka untuk mandiri serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Intervensi dilaksanakan melalui sesi psikoedukasi, diskusi kelompok, pelatihan praktis, serta kegiatan reflektif terpandu yang dilakukan dalam beberapa pertemuan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengevaluasi program dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan refleksi peserta guna mengidentifikasi perubahan pengetahuan, kepercayaan diri, dan kesiapan perilaku peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan regulasi emosi, meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam mengelola keuangan pribadi berdasarkan prinsip syariah, serta bertambahnya pemahaman mengenai ajaran Islam yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya dukungan antar peserta, memperkuat keterhubungan sosial, dan meningkatkan rasa keberdayaan diri. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi yang menggabungkan penguatan psikologis, literasi keuangan, dan literasi keagamaan dapat secara efektif meningkatkan kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas tunanetra. Program selanjutnya disarankan untuk memperluas kemitraan kolaboratif dan menghadirkan pelatihan keterampilan lanjutan guna memastikan dampak jangka panjang yang berkelanjutan
Copyrights © 2026