Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pameran Mini Sebagai Inovasi Model Pembelajaran dalam Pendidikan Perpustakaan dan Sains Informasi Rheza Ega Winastwan; Annisa Nur Fatwa; Cindy Dewi Yani
Library Vol. 1 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : CV.RIZANIA MEDIA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69533/651kme05

Abstract

Pembelajaran di perguruan tinggi menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai konsep teoretis, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang relevan dengan dunia kerja. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dinilai mampu menjawab tuntutan tersebut adalah Project Based Learning (PJBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan Pameran Mini Library Festival Tahun 2025 serta pengalaman mahasiswa dalam kegiatan tersebut sebagai implementasi PJBL pada matakuliah Manajemen Lembaga Informasi Non Perpustakaan di Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto. Pada konteks Pendidikan Perpustakaan dan Sains Informasi, masih belum banyak penelitian yang membahas tentang model pameran sebagai luaran matakuliah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan lima mahasiswa sebagai informan yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pameran Mini Library Festival diselenggarakan melalui kerja kelompok dengan menampilkan informasi mengenai potensi daerah, meliputi makanan khas, kebudayaan lokal, dan wisata daerah. Kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kemas ulang informasi, kreativitas, serta pemahaman peran lembaga informasi non perpustakaan dalam diseminasi informasi. Dari sisi pengalaman mahasiswa, pameran memberikan pembelajaran yang aplikatif dan bermakna, meskipun masih dihadapkan pada kendala tenaga dan biaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pameran mini berbasis PJBL efektif sebagai sarana pembelajaran kontekstual dalam pendidikan perpustakaan dan sains informasi.
Cognitive and Affective Determinants of Financial Health: The Role of Emotion Regulation and Islamic Financial Literacy Jihan Nabila Zahara; Afitria Rizkiana; Cindy Dewi Yani; Wahyudi Setiawan; Isna Fidiyaningsing
Journal of Finance and Islamic Banking Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/jfib.v9i1.13166

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the influence of emotion regulation and Islamic financial literacy on the financial health of employees working in Islamic financial institutions in Ponorogo. Method: This study employed a quantitative explanatory approach. Data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 110 respondents selected using purposive sampling. The data were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 26 to empirically examine the relationship between the variables. Results: The findings reveal that emotion regulation has a positive and significant effect on financial health, with a significance value of 0.000 < 0.05. This indicates that individuals with better emotional control tend to have healthier financial conditions. Islamic financial literacy also has a positive and significant effect on financial health, with a significance value of 0.005 < 0.05. This suggests that a stronger understanding of Islamic financial principles contributes to better personal financial management. Implication: Theoretically, this study contributes to the development of Islamic financial behavior literature by adopting the Cognitive–Affective Theory of Behavior as the main analytical framework. This framework integrates cognitive and affective dimensions in explaining individual financial health. Originality: The originality of this study lies in its integrative model of financial behavior based on Islamic values, which positions emotion regulation and Islamic financial literacy as key determinants of the financial health of employees in Islamic financial institutions.
Program Penguatan Mental, Literasi Keuangan Syariah, dan Literasi Islami untuk Penguatan Kemandirian dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Tunanetra di LKS Tunanetra Aisyiyah Ponorogo Afitria Rizkiana; Nugraheni Fitroh Rezqi Syakarna; Cindy Dewi Yani; Wahyudi Setiyawan; Ragil Dian Putri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48950

Abstract

This community service program aimed to strengthen the independence and empowerment of persons with visual disabilities through interventions focusing on mental resilience, Sharia financial literacy, and Islamic literacy at LKS Tunanetra Aisyiyah Ponorogo. The program was developed in response to the limited access to psychological support and financial education among individuals with visual impairments, which often affects their self-reliance and participation in social and economic activities. The interventions were conducted through psychoeducational sessions, group discussions, practical training modules, and guided reflective activities implemented across several meetings. A qualitative approach was employed to evaluate the program, with data collected through interviews, observations, and participant reflections to identify changes in knowledge, confidence, and behavioral readiness. The findings revealed improvements in participants’ emotional regulation skills, increased confidence in managing personal finances according to Sharia principles, and enhanced understanding of Islamic teachings applicable to daily life. In addition, the activities encouraged peer support, strengthened social connectedness, and fostered a greater sense of personal agency among participants. Overall, the program demonstrates that an integrated approach combining psychological strengthening, financial literacy, and religious literacy can effectively promote the empowerment and self-reliance of persons with visual disabilities. Future initiatives are recommended to expand collaborative partnerships and provide more advanced skill-development programs to ensure sustainable long-term impact.   Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas tunanetra melalui intervensi yang berfokus pada penguatan mental, literasi keuangan syariah, dan literasi Islami di LKS Tunanetra Aisyiyah Ponorogo. Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap keterbatasan akses penyandang tunanetra terhadap dukungan psikologis dan pendidikan keuangan, yang sering kali memengaruhi kemampuan mereka untuk mandiri serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Intervensi dilaksanakan melalui sesi psikoedukasi, diskusi kelompok, pelatihan praktis, serta kegiatan reflektif terpandu yang dilakukan dalam beberapa pertemuan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengevaluasi program dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan refleksi peserta guna mengidentifikasi perubahan pengetahuan, kepercayaan diri, dan kesiapan perilaku peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan regulasi emosi, meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam mengelola keuangan pribadi berdasarkan prinsip syariah, serta bertambahnya pemahaman mengenai ajaran Islam yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya dukungan antar peserta, memperkuat keterhubungan sosial, dan meningkatkan rasa keberdayaan diri. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi yang menggabungkan penguatan psikologis, literasi keuangan, dan literasi keagamaan dapat secara efektif meningkatkan kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas tunanetra. Program selanjutnya disarankan untuk memperluas kemitraan kolaboratif dan menghadirkan pelatihan keterampilan lanjutan guna memastikan dampak jangka panjang yang berkelanjutan