Ragil Dian Putri
Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Terapi realitas untuk meningkatkan resiliensi penyandang disabilitas tunanetra di LKS Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo Afitria Rizkiana; Ragil Dian Putri
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 14 No. 2 (2026): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Individuals with visual impairments frequently encounter various psychological challenges, including limited access to daily activities, dependence on others, discrimination, and social stigma, which may reduce their ability to adapt effectively to life stressors. These conditions highlight the importance of resilience as a psychological resource that enables individuals to cope with adversity, recover from negative experiences, and lead more independent and meaningful lives. However, psychological interventions specifically aimed at strengthening resilience among individuals with visual impairments remain limited. Therefore, this study aimed to examine the effectiveness of Reality Therapy in enhancing resilience among individuals with visual impairments. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design was employed involving 10 adults with visual impairments at LKS Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo. Resilience was measured using the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) before and after the intervention. The intervention was conducted in six group sessions. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The results revealed a significant increase in the mean resilience score from 54.20 (low) to 76.30 (moderate-to-high) (Z = −2.803, p < .01). These findings indicate that WDEP-based Reality Therapy is effective in enhancing resilience among individuals with visual impairments and may serve as a promising psychological intervention to promote their psychological well-being.Individu dengan gangguan penglihatan sering menghadapi berbagai tantangan psikologis, termasuk keterbatasan akses terhadap aktivitas sehari-hari, ketergantungan pada orang lain, diskriminasi, dan stigma sosial, yang dapat mengurangi kemampuan mereka untuk beradaptasi secara efektif terhadap stres kehidupan. Kondisi ini menyoroti pentingnya ketahanan sebagai sumber daya psikologis yang memungkinkan individu untuk mengatasi kesulitan, pulih dari pengalaman negatif, dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bermakna. Namun, intervensi psikologis yang secara khusus bertujuan untuk memperkuat ketahanan di antara individu dengan gangguan penglihatan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Terapi Realitas dalam meningkatkan ketahanan di antara individu dengan gangguan penglihatan. Desain pra-uji dan pasca-uji satu kelompok kuasi-eksperimental digunakan yang melibatkan 10 orang dewasa dengan gangguan penglihatan di LKS Tunanetra Terpadu ‘Aisyiyah Ponorogo. Ketahanan diukur menggunakan Skala Ketahanan Connor–Davidson (CD-RISC) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan dalam enam sesi kelompok. Data dianalisis menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada skor ketahanan rata-rata dari 54,20 (rendah) menjadi 76,30 (sedang hingga tinggi) (Z = −2,803, p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa Terapi Realitas berbasis WDEP efektif dalam meningkatkan ketahanan di antara individu dengan gangguan penglihatan dan dapat berfungsi sebagai intervensi psikologis yang menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis.
Program Penguatan Mental, Literasi Keuangan Syariah, dan Literasi Islami untuk Penguatan Kemandirian dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Tunanetra di LKS Tunanetra Aisyiyah Ponorogo Afitria Rizkiana; Nugraheni Fitroh Rezqi Syakarna; Cindy Dewi Yani; Wahyudi Setiyawan; Ragil Dian Putri
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2026): Jurnal Panrita Abdi - Juli 2026
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v10i3.48950

Abstract

This community service program aimed to strengthen the independence and empowerment of persons with visual disabilities through interventions focusing on mental resilience, Sharia financial literacy, and Islamic literacy at LKS Tunanetra Aisyiyah Ponorogo. The program was developed in response to the limited access to psychological support and financial education among individuals with visual impairments, which often affects their self-reliance and participation in social and economic activities. The interventions were conducted through psychoeducational sessions, group discussions, practical training modules, and guided reflective activities implemented across several meetings. A qualitative approach was employed to evaluate the program, with data collected through interviews, observations, and participant reflections to identify changes in knowledge, confidence, and behavioral readiness. The findings revealed improvements in participants’ emotional regulation skills, increased confidence in managing personal finances according to Sharia principles, and enhanced understanding of Islamic teachings applicable to daily life. In addition, the activities encouraged peer support, strengthened social connectedness, and fostered a greater sense of personal agency among participants. Overall, the program demonstrates that an integrated approach combining psychological strengthening, financial literacy, and religious literacy can effectively promote the empowerment and self-reliance of persons with visual disabilities. Future initiatives are recommended to expand collaborative partnerships and provide more advanced skill-development programs to ensure sustainable long-term impact.   Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas tunanetra melalui intervensi yang berfokus pada penguatan mental, literasi keuangan syariah, dan literasi Islami di LKS Tunanetra Aisyiyah Ponorogo. Program ini dikembangkan sebagai respons terhadap keterbatasan akses penyandang tunanetra terhadap dukungan psikologis dan pendidikan keuangan, yang sering kali memengaruhi kemampuan mereka untuk mandiri serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Intervensi dilaksanakan melalui sesi psikoedukasi, diskusi kelompok, pelatihan praktis, serta kegiatan reflektif terpandu yang dilakukan dalam beberapa pertemuan. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengevaluasi program dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan refleksi peserta guna mengidentifikasi perubahan pengetahuan, kepercayaan diri, dan kesiapan perilaku peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan regulasi emosi, meningkatnya kepercayaan diri peserta dalam mengelola keuangan pribadi berdasarkan prinsip syariah, serta bertambahnya pemahaman mengenai ajaran Islam yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya dukungan antar peserta, memperkuat keterhubungan sosial, dan meningkatkan rasa keberdayaan diri. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan terintegrasi yang menggabungkan penguatan psikologis, literasi keuangan, dan literasi keagamaan dapat secara efektif meningkatkan kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas tunanetra. Program selanjutnya disarankan untuk memperluas kemitraan kolaboratif dan menghadirkan pelatihan keterampilan lanjutan guna memastikan dampak jangka panjang yang berkelanjutan